Suara.com - Film komedi romantis mampu menumbuhkan gairah seks perempuan, tetapi penelitian di Archives of Sexual Behaviour pengaruh sebaliknya dirasakan kaum Adam.
Dalam peneltian ini, responden laki-laki dan perempuan diminta untuk menonton tiga video klip yang menggambarkan adegan romantis, yakni di film "Titanic" ketika Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet berbagi ciuman pertama mereka, klip romantis di "Indecent Proposal" serta potongan film dokumenter tentang sejarah Inggris.
Perempuan melaporkan gairahnya meningkat setelah menonton klip Titanic dan Indecent Proposal. Sementara para responden laki-laki, mengaku lebih setelah menyaksikan film dokumenter Inggris. Mareike Dewitte, asisten profesor ilmu psikologi klinis di Maastricht University, yang memimpin penelitian ini menjelaskan gairah dimulai dengan rangsangan yang sangat berbeda pada laki-laki dan perempuan.
"Di banyak penelitian, ketika seorang perempuan menonton film porno, tubuh mereka bereaksi dan organ intim mereka terangsang, tetapi mereka tidak merasakan apa-apa," ujarnya.
Tapi jika perempuan dibiarkan menonton film porno yang lebih berorientasi perempuan, tambahnya, mereka merespon dengan gairah seksual yang lebih.
Menurutnya, perempuan cenderung menggunakan adegan romantis untuk membangun fantasi seksual mereka. Sementara laki-laki membutuhkan informasi lebih visual. Hal ini menunjukkan, pada perempuan, bukan hanya apa rangsangan seksual yang penting, tetapi juga konteks yang mereka hadapi.
"Seksualitas mereka lebih tergantung pada konteks hubungan," terang Dewitte.
Penelitian ini membantah teori bahwa laki-laki lebih seksual ketimbang perempuan. Karena hal itu sebenarnya adalah tentang perspektif. Jika perempuan ditempatkan dalam konteks yang tepat, mereka mengalami hasrat seksual yang lebih besar daripada laki-laki.
"Mereka tidak selalu ingin seks dengan cara orang-orang seperti itu. Mereka suka berciuman, mereka suka keintiman," ujar Dewitte. (news.com.au)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jurus Agar Pemerintah Bisa Capai Target Lifting Minyak 610 Bph di 2027
-
Bongkar Pengelolaan Dana Umat, Transparansi Digital Jadi Kunci Perkuat Kepercayaan Publik
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital