Suara.com - Perawatan wajah seperti penyamaran bekas jerawat dan luka, 'permak' alis dan koreksi bibir kini bukan lagi monopoli kaum Hawa. Kini makin banyak lelaki yang rajin nyalon, dan berikut adalah beberapa prosedur perawatan wajah yang dapat dipilih dan dilakukan oleh lelaki. Perawatan ini berfokus pada peningkatan dan koreksi kontur wajah kini banyak ditawarkan klinik profesional dan salon yang menyediakan perawatan khusus untuk lelaki.
Dr. Geeta Oberoi, seorang dermatologist mengatakan "makeup semi permanen" yang juga dikenal sebagai micro-pigmentasi merupakan salah satu perawatan yang diminati para lelaki metroseksual.
"Ini adalah teknik kosmetik canggih, yang menggunakan warna hypo alergik ke dalam dermis sehingga kulit akan memprosesnya," terang Oberoi.
Berikut berbagai perawatan yang tersedia dan sedang diminati lelaki di kolong langit, tak terkecuali di Jakarta.
Alis dan bulu mata tambahan.
Bagi Anda yang memiliki alis dan bulu mata tipis atau bahkan botak, Anda bisa melakukan perawatan ini. Perawatan ini bekerja dengan menggunakan teknologi micro-pigmentasi yang akan memberikan bentuk alis dan bulu mata yang sempurna namun tetap terlihat natural.
Menyamarkan bekas luka.
Berbagai bekas luka, baik itu yang disebabkan oleh jerawat dan berbagai jenis luka lainnya, dapat disamarkan dengan menggunakan micro-pigmentasi atau teknologi RF. "Teknik ini membantu meringankan bekas luka dan tanda apapun. Perawatan ini dilakukan selama periode waktu dan mungkin memerlukan 4-5 sesi, tergantung pada seberapa dalam atau seberapa besar bekas lukanya," ujar dermatolog dr. D Ganguly.
Simulasi rambut.
Rambut yang menipis dapat menurunan kepercayaan diri seorang laki-laki. Tapi kini ada teknik simulasi rambut, yang juga dikenal sebagai teknik mikro-tato, yang dapat membantu meregenerasi pertumbuhan rambut mereka. Tekstur rambut, bentuk dan pertumbuhan rambut dipetakan oleh para profesional, perawatan ini membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh kali kunjungan (tergantung pertumbuhan rambut masing-masing).
Bibir lebih penuh.
Ini adalah pengisian permanen dan memakan waktu sekitar sebulan atau lebih. Selanjutnya, jika pasien ingin mendapatkan garis bibir yang lebih berbentuk, juga dapat dilakukan secara bersamaan dengan perawatan ini. Prosedur ini banyak dilakukan oleh mereka yang memiliki bentuk bibir yang lebih penuh dan sehat. "Lelaki yang memiliki bibir atas tipis atau bibir berwarna gelap biasanya lebih memilih untuk melakukan perawatan satu ini," ujar dr. Oberoi. (timesofindia.com)
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Puan Maharani Ungkap 4 Nama Calon Petinggi BI Pilihan Presiden
-
Kepala KUA Pulau Beringin Tewas Ditikam, Cekcok Berawal dari Jemuran Kopi
-
Jokowi Tantang dr Tifa, Kalau Yakin 100 Persen Ijazahnya Palsu: Buktikan di Persidangan!
-
Cegah Kriminal, BRI Hadirkan Fitur Notifikasi Real-Time WhatsApp dan SMS di BRImo
-
Singgung Soal Transaksi Rp 809 Miliar, Nadiem Makarim Optimistis Vonis 10 Tahun Bisa Dikoreksi
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Hari UMKM Nasional, BRI Peduli Hadirkan Pendampingan dan Dukungan Usaha bagi UMKM Desa Brilian
-
Sampah Plastik Punya 'Kehidupan Kedua', Cerita di Aloha Diolah Menjadi Furnitur
-
Perkuat Ekonomi Desa, BRI Peduli Dampingi UMKM melalui Program Desa Brilian
-
Jalur Sepeda Jakarta Mau Dievaluasi, Jangan Sampai Cuma Jadi Garis di Jalan