Suara.com - Banyak orangtua yang mengeluhkan sulitnya menjalin komunikasi dengan si anak. Tapi jangan buru-buru menyalahkan di anak, karena bisa jadi penyebabnya adalah gaya pengasuhan yang salah dari orangtua.
Menurut pelaksana tugas kepala (plt) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), Ambar Rahayu, gaya pengasuhan yang salah bisa membentuk karakter anak menjadi tertutup sehingga kedekatan yang seharusnya terjalin antara orangtua dan anak menjadi renggang.
Ia mencontohkan banyak orang tua yang suka membanding-bandingkan anaknya dengan orang lain, dan bahkan tak sedikit orang tua yang langsung menghakimi anak ketika salah.
"Gaya orangtua dalam mengasuh kan berbeda-beda, ada yang menghakimi atau galak ketika anaknya berbuat salah lalu dibanding-bandingkan dengan anak tetangga. Ini yang membuat anak tidak nyaman dekat dan terbuka dengan orangtua yang tipenya seperti itu," ujar Ambar saat peluncuran kompetisi "Sariwangi 15 Menit Cerita Baru" di Jakarta, Selasa, (10/3/2015).
Ambar menambahkan, sebelum memutuskan memiliki keturunan orangtua hendaknya memahami gaya pengasuhan yang tepat untuk membangun keluarga kecil yang harmonis. Ketika sudah memiliki buah hati, hendaknya orangtua mengedepankan interaksi anak dengan orang-orang di sekitarnya untuk memperkuat kedekatan.
"Salah satu caranya adalah dengan duduk bersama dan ngobrol bareng, sambil minum teh atau cemilan misalnya agar suasana lebih cair dan tidak monoton. Setelah rileks tentu baru keluar cerita-cerita yang ingin diungkapkan masing-masing," imbuh Ambar.
Oleh karena itu, Ambar mengingatkan keluarga di seluruh Indonesia untuk meluangkan waktu minimal 15 menit setiap hari demi mewujudkan keluarga harmonis.
Berita Terkait
-
Bentuk Entitled Parent pada Karakter Lee Ji Young di Teach You a Lesson
-
Meromantisasi Sabar Tanpa Batas Adalah Cara Halus Membuat Ibu Depresi
-
Dear Bunda, Anak juga Butuh Cinta: Membaca Buku Parenting with Heart
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Sinar Matahari Ternyata Tak Cukup: Temuan Baru Ungkap Mengapa Plastik Bertahan Lama di Perairan
-
7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
-
Siapa Sudaryono Wamentan? Ini Biodata dan Perjalanan Karier Mas Dar
-
Rencana Besar Berjalan Lancar, Ini 4 Shio Paling Beruntung pada 17 Juni 2026
-
Menolak Main Medsos, Anak Detektif Jubun Ini Pilih Dalami Sains dan Bermimpi Jadi Ilmuwan
-
Cara Mencuci Baju Putih yang Sudah Kuning? Bisa Kembali Cerah dengan 7 Langkah Ini
-
Bagus Cushion atau Two Way Cake untuk Kulit Kombinasi? Ini Trik Makeup Flawless Anti Longsor
-
Profil dan Rekam Jejak Nusron Wahid, Dari Aktivis hingga Menteri Agraria dan Tata Ruang
-
Bagaimana Cara Membuat Sunscreen Sendiri di Rumah? Ini Cara dan Bahan-bahannya
-
Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027, Kebutuhan Sertifikasi Internasional Ikut Meningkat