Suara.com - Ratusan warga keturunan Tionghoa mendatangi kuburan Tanah Cepek di Tangerang, Banten, ziarah kubur Ceng Beng atau Ching Bing untuk mendoakan serta memberikan sesajen untuk arwah leluhur.
"Sejak seminggu ini jumlah peziarah yang datang ke sini terus meningkat terutama pada hari libur. Puncaknya kemungkinan pada pekan depan," kata seorang penjaga makam Ismail, di Tangerang, Banten, Minggu (29/3/2013).
Menurutnya, warga keturunan Tionghoa yang ziarah kubur terus berdatangan dari pagi, siang sampai sore hari.
"Sudah beberapa hari kuburan ini dipenuhi warga untuk ziarah dan banyak yang memanen rezeki saat ini," katanya.
Diakuinya, saat Ceng Beng memang merupakan saat para penjaga dan pengurus kuburan berharap dapat panen rejeki, karena pada saat itu peziarah datang sangat banyak.
Biasanya, katanya, warga yang usai ziarah membagikan uang kepada pengurus kuburan bahkan kepada anak-anak kecil.
"Kalau Ceng Beng datang, banyak orang sekitar kuburan yang semula tak pernah kelihatan, saat ini pada berdatangan dengan harapan dapat rejeki," kata Ismail.
Saat tiba di kuburan, warga Tionghoa mempersiapkan sejumlah sesajen, seperti hio dan lilin merah untuk dibakar, kemudian membakar kertas yang digambarkan sebagai uang, menyiapkan jajanan, buah-buahan, kue, permen, kacang, sayuran, serta air mineral.
"Makanan dan minuman yang disajikan biasanya yang disenangi oleh leluhur saat masih hidup," kata Gho Kho Ni, seorang warga keturunan Tionghoa yang ziarah kubur ke makam suaminya.
Sekali pun Ceng Beng jatuh pada tanggal 5 April, namun sejak 10 hari sebelum tanggal itu, sesuai kepercayaan warga Tionghoa, sudah boleh ziarah kubur.
Menurut Tradisi Tionghoa, setiap 5 April adalah hari Ceng Beng. Dalam bahasa Mandarin Ceng Beng berarti terang dan cerah.
Pada saat itu warga Tionghoa beramai-ramai pergi ke pemakaman orang tua, keluarga serta leluhur untuk melakukan upacara penghormatan.
Upacara penghormatan dilakukan melalui berbagai jenis, misalnya saja dengan membersihkan kuburan, menebarkan sampai membakar kertas yang sering dikenal "gincua" atau kertas perak.
Warga Tionghoa percaya Ceng Beng merupakan hari baik karena cuaca cerah dan bagus serta arwah turun ke bumi.
Mereka juga percaya saat membakar hio dan memberikan sesajen, arwah akan datang dan menikmati sesajen yang dihidangkan. (Antara)
Berita Terkait
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Pollux Gandeng Marriott, Bidik Perluasan Pasar Perhotelan di Indonesia
-
Perusahaan Logistik Global Ungkap Nasib Pelaku Usaha RI di Pasar Internasional
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun