Ilustrasi pesawat terbang milik Shenzhen Airlines (Shutterstock).
Empat orang perempuan dijebloskan ke dalam penjara di Cina setelah terlibat pertengkaran dan baku jambak di pesawat yang sedang terbang di ketinggian 23.000 kaki, demikian diberitakan Daily Mail, Rabu (15/4/2015).
Perkelahian itu terjadi pada Senin (13/4/2015) di dalam pesawat Shenzhen Airlines bernomor penerbangan ZH9724 yang terbang dari Dalian menuju Shenzhen. Semuanya berawal dari salah satu perempuan yang protes karena merasa penumpang di depannya memundurkan kursinya terlalu ke belakang, sehingga menyempitkan ruang duduknya.
Awalnya dua perempuan itu hanya adu mulut. Sebuah video yang diunggah ke internet menunjukkan salah satu perempuan menjelaskan bahwa ia ditendang oleh penumpang di belakangnya saat sedang tidur.
Tak puas hanya dengan adu mulut, dua perempuan yang sama-sama berasal dari Liaoning itu mulai saling pukul, cakar, dan jambak. Dua rekan mereka juga kemudian terlibat dalam perkelahian itu.
Menghadapi situasi mengerikan itu, awak pesawat kemudian melaporkan insiden itu kepada polisi. Setibanya di bandara Nantong, tempat pesawat itu dijadwalkan untuk transit, polisi langsung menahan keempat perempuan tersebut.
Pihak berwenang mengatakan bahwa perkelahian itu merupakan ancaman langsung terhadap keamanan pesawat dan memutuskan bahwa keempat perempuan tersebut akan dipenjara selama lima hari.
Salah satu perempuan yang terlibat dalam perkelahian itu mengatakan ia menyesal karena tak bisa mengendalikan kemarahannya.
"Jika saja saya bisa mengendalikan amarah saya, pasti ini tidak akan terjadi," kata perempuan tersebut.
Tetapi penyesalan memang selalu terlambat dan kini perempuan-perempuan itu masih mendekam di dalam tahanan di Nantong.
Perkelahian itu terjadi pada Senin (13/4/2015) di dalam pesawat Shenzhen Airlines bernomor penerbangan ZH9724 yang terbang dari Dalian menuju Shenzhen. Semuanya berawal dari salah satu perempuan yang protes karena merasa penumpang di depannya memundurkan kursinya terlalu ke belakang, sehingga menyempitkan ruang duduknya.
Awalnya dua perempuan itu hanya adu mulut. Sebuah video yang diunggah ke internet menunjukkan salah satu perempuan menjelaskan bahwa ia ditendang oleh penumpang di belakangnya saat sedang tidur.
Tak puas hanya dengan adu mulut, dua perempuan yang sama-sama berasal dari Liaoning itu mulai saling pukul, cakar, dan jambak. Dua rekan mereka juga kemudian terlibat dalam perkelahian itu.
Menghadapi situasi mengerikan itu, awak pesawat kemudian melaporkan insiden itu kepada polisi. Setibanya di bandara Nantong, tempat pesawat itu dijadwalkan untuk transit, polisi langsung menahan keempat perempuan tersebut.
Pihak berwenang mengatakan bahwa perkelahian itu merupakan ancaman langsung terhadap keamanan pesawat dan memutuskan bahwa keempat perempuan tersebut akan dipenjara selama lima hari.
Salah satu perempuan yang terlibat dalam perkelahian itu mengatakan ia menyesal karena tak bisa mengendalikan kemarahannya.
"Jika saja saya bisa mengendalikan amarah saya, pasti ini tidak akan terjadi," kata perempuan tersebut.
Tetapi penyesalan memang selalu terlambat dan kini perempuan-perempuan itu masih mendekam di dalam tahanan di Nantong.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123