Setelah Lembaga Rating Global, Giliran OJK Kirim Peringatan ke Bank Himbara

Senin, 21 September 2026 | 15:20 WIB
OJK mengingatkan bank Himbara agar menerapkan manajemen risiko dalam membiayai program Presiden Prabowo. [Dok OJK]
BACA 10 DETIK
  • OJK mengingatkan bank Himbara agar menerapkan manajemen risiko dalam membiayai program Presiden Prabowo.
  • Peringatan tersebut diberikan OJK setelah S&P Global Ratings mengungkap potensi risiko kredit dan penurunan laba bank Himbara pekan lalu.
  • Bank Himbara tetap berperan mendukung pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi melalui berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mengingatkan bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara untuk senantiasa tetap menerapkan manajemen risiko serta tata kelola yang baik, seiring dengan besarnya dukungan pembiayaan terhadap program prioritas pemerintah.

Peringatan itu disampaikan OJK setelah lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings pada pekan lalu mengungkapkan adanya risiko akibat pembiayaan besar-besaran bank-bank Himbara terhadap program-program andalan Presiden Prabowo Subianto.

"Terkait hal tersebut, besarnya kredit/pembiayaan yang disalurkan semestinya bukan dijadikan sebagai tujuan satu-satunya, namun harus pula dilengkapi dengan struktur kredit dan sumber pembayaran yang jelas, serta didukung dengan mitigasi risiko dan pemantauan yang memadai," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Secara umum, OJK memandang positif peran bank Himbara dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Sebagai bagian dari BUMN yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh negara, bank Himbara diharapkan ikut menjalankan peran dalam menyukseskan berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah dan dengan tetap diandalkan untuk menghasilkan laba.

"Sehingga, bank Himbara merupakan bagian penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus ikut berperan aktif dalam pemerataan kesejahteraan," ujar Dian.

Adapun beberapa program pemerintah yang melibatkan partisipasi perbankan antara lain kredit usaha rakyat (KUR), penghapustagihan kredit kepada UMKM, program 3 Juta Rumah, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Dukungan tersebut menunjukkan bahwa industri perbankan secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," kata Dian.

Khusus KDKMP, Dian menyampaikan bahwa secara umum OJK mendukung komitmen pemerintah dalam pemenuhan kewajiban pembayaran kredit terkait KDKMP tersebut, sebagaimana telah dalam beberapa kesempatan disampaikan pemerintah melalui Menteri Keuangan.

Sejalan dengan penyampaian-penyampaian pemerintah dimaksud, OJK berpandangan bahwa berbagai aspek yang terkait dengan pelaksanaan pembayaran kewajiban kepada bank Himbara tersebut telah/tengah dipersiapkan.

Hal ini termasuk yang terkait dengan kejelasan sumber pembayaran, berbagai proses verifikasi dan validasi serta lembaga pelaksananya, berbagai dokumentasi yang diperlukan, maupun peraturan dan/atau petunjuk pelaksanaan yang memadai dan dibutuhkan sebagai dasar pelaksanaan proses pembayaran kredit KDKMP tersebut.

"OJK tentunya mengharapkan agar perbankan, termasuk bank Himbara dapat terus berkembang dan bertumbuh tinggi dengan sehat, dilandasi penerapan prinsip manajemen risiko dan tata kelola yang baik, karenanya akan dapat terus berkontribusi untuk mendukung berbagai program pembangunan Pemerintah untuk mendukung ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Dian.

Sebelumnya pada pekan lalu S&P memperingatkan bahwa bank-bank Himbara akan menghadapi risiko kredit dan  penurunan laba setelah penyaluran kredit untuk program andalan Pemerintah Presiden Prabowo tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com