Suara.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor meminta masyarakat tidak panik dengan isu peredaran beras sintetis yang kini merebak. Menurutnya, dari investigasi tertutup sejak Minggu (18/5/2015) secara kasat mata tidak ditemukan adanya beras sintetis di Bogor.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor, Mangahit Sinaga mengatakan dalam investigasi tersebut pihaknya mengambil sampel dari sejumlah pasar untuk diuji di laboratorium Dinas Pertanian.
"Kami juga melakukan pengujian dengan metode sederhana menggunakan air. Beras sampel direndam di dalam air untuk memastikan kalau beras tenggelam berarti beras murni, tapi kalau mengambang bisa dicurigai," katanya.
Menurut Sinaga, beras sintetis yang mengandung bahan plastik sangat mudah dikenali, beberapa ciri-cirinya seperti beras tersebut mengambang di air, tidak tenggelam, air tajin atau bekas cucian beras berwarna bening, berbeda dengan beras murni yang berwarna keruh putih susu. Sedangkan soal harga, beras plastik dijual setara dengan dengan beras Ramos Rp8.000 per liter.
"Pengujian juga bisa dilakukan dengan menggunakan ayam, kasih saja berasnya kepada ayam. Kalau dimakan berarti beras murni, kalau beras sintetis ayam tidak akan mau makan," katanya.
Sinaga menjelaskan, menurut informasi beras sintetis ini diproduksi oleh pabrikan di Cina yang sudah beredar di Provinsi Guangji. Selain itu beras tersebut juga dikabarkan sudah beredar di India dan Vietnam, termasuk Indonesia (Bekasi). Beras ini terbuat dari bahan baku ubi, kentang dan resi plastik, ditambah aroma.
"Kami memastikan tidak ada peredaran beras sintetis di Kota Bogor. Pengawasan terus kita lakukan, mengawasi beras yang masuk ke pasar-pasar induk beras," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dijamin Bukan Plastik, Beras Impor Aman Dikonsumsi
-
Bos Bulog Kebakaran Jenggot Soal Tudingan Beras Impor Plastik
-
Isu Beras Sintetis di Indonesia, Dirut Bulog Sebut Ada yang Sengaja Ganggu Stabilitas
-
7 Cara Membedakan Beras Asli dan Plastik, Beras Sintetis Viral di Medan, Jangan Sampai Keliru!
-
Heboh Beras Sintetis, Begini Respon Plt Mentan Arief Prasetyo
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Merayakan Imlek Makin Hemat: Restock Skincare dan Makeup Favorit di Watsons Promo!
-
7 Kompor Tanam Paling Awet, Pemantik tidak Gampang Macet
-
Apa Bedanya Smart TV, Google TV dan Android TV? Ini Rekomendasi Mereknya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gunung Rp700 Ribuan, Kokoh dan Tangguh di Segala Medan
-
Tasya Farasya Hadirkan Sentuhan Maroko di Koleksi Raya 2026 Bersama Minimal: Detailnya Memesona!
-
Cara Cek Desil dan Memperbaharui Data Manual Agar Dapat Bansos
-
Terpopuler: Link Download Poster Karnaval Ramadan, Air Fryer Low Watt Mulai Rp200 Ribuan
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Makna Imlek bagi Detektif Jubun: Menata Hati, Menjaga Integritas
-
Dari 2.000 Meter ke 30 Hektare: Kisah Rosita dan Hutan Organik yang Tumbuh dari Keteguhan