Suara.com - Apakah Anda suka makan ikan setiap hari? Tahukah jika ikan dianggap sebagai diet rendah kalori, Anda dapat mengonsumsinya secara teratur tanpa khawatir tentang masalah berat badan. Cobalah untuk mengonsumsi dua kali sehari, tetapi tidak setiap hari.
Begitu banyak alasan kesehatan mengapa kita harus mengonsumsi ikan. Ikan juga disebut sebagai 'makanan otak' karena mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi ini penting bagi tubuh Anda, dan bahan ini tidak banyak pada makanan lain yang Anda konsumsi secara teratur.
Salmon, tuna, sarden dan makarel adalah ikan-ikan yang bisa mulai Anda konsumsi. Jika Anda suka makan makanan non-vegetarian, maka kurangi konsumsi daging dan makanlah ikan dua kali seminggu.
Asam lemak tak jenuh ganda dalam ikan juga dapat melindungi jantung Anda, meningkatkan darah agar sehat, mencegah stroke dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak.
Dan, ada manfaat lain dari asam lemak omega-3. Mereka dapat mencegah risiko depresi, kanker, masalah usus tertentu dan rheumatoid arthritis juga.
Jika Anda ingin mengonsumsinya, konsultasikan ke dokter dan cari tahu saran tentang berapa banyak dan sering Anda harus makan ikan untuk mendapatkan manfaat gizi dari ikan. Ini alasan mengapa Anda harus memakan ikan lebih sering.
Ikan penuh dengan nustrisi
Ikan berlemak seperti salmon, tuna dan sarden dianggap sangat sehat karena memiliki Vitamin D. Tentu saja, mereka juga mengandung asam lemak Omega-3 yang berperan dalam mencegah banyak masalah kesehatan. Ikan juga mengandung protein, vitamin dan yodium.
Ikan meningkatkan pertumbuhan yang sehat
Para ahli kesehatan mengatakan bahwa asam lemak omega-3 memainkan peranan penting dalam pertumbuhan. Mereka sangat baik untuk mata dan otak.
Mencegah depresi
Orang yang menderita gangguan depresi umumnya mengalami suasana hati yang sedih dan melankolis. Sebuah studi baru-baru ini mengklaim bahwa makan ikan dapat mencegah risiko depresi karena adanya asam lemak omega-3 tadi.
Mencegah masalah kardiovaskular
Banyak sumber mengklaim bahwa ikan baik untuk jantung. Masalah jantung dan stroke dapat dicegah dengan mengkonsumsi ikan secara teratur. Beberapa penelitian melaporkan bahwa mereka yang makan ikan dapat meminimalkan risiko hingga 12 persen.
Meningkatkan kualitas tidur
Tag
Berita Terkait
-
Bisakah Ganti Steak Sapi dengan Salmon Bantu Kurangi Emisi?
-
5 Makanan Murah di Pasar yang Bikin Uban Melambat Tumbuh Secara Alami
-
Salmon Bakal Kena PPN 12 Persen, Ini 5 Alternatif Ikan yang Lebih Murah tapi Tinggi Protein
-
Salmon Kebanting! Ikan Lemuru Banyuwangi Punya Kandungan Setara, tapi Harga Lebih Murah
-
Harga Perawatan Kris Dayanti Tembus Puluhan Juta, Kini Wajah Tanpa Riasannya Ramai Digunjing
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
-
Kecewa Ditinggal Begitu Saja, Ojol Jakarta Murka Massa Pati Langsung Pulang Usai dari DPR
-
Rupiah Tersengat Sentimen Demo, Ditutup Anjlok ke Level Rp17.744
-
Ojol Bawa Bendera One Piece ke DPR Dicegat Polisi: Ini Simbol Lawan Koruptor
-
Demo DPR Memanas! Mahasiswa Rusak Pagar Gerbang Utama dan Bakar Ban
Terkini
-
Bisnis Tak Bisa Lagi Cuma Hitung Cuan, Risiko Politik Juga Harus Dibaca
-
Penggemar Toy Story Wajib Coba, High Tea Bertema Woody dan Buzz Hadir dari Ketinggian Lantai 70
-
Kecewa AMPB Balik Kanan, Ojol Ancam Usir Massa Pati Jika Kembali Demo di Jakarta
-
KemenHAM Janji Partisipasi Publik Bukan Sekadar Slogan, Siap Tampung Kritik Pedas OMS
-
Berapa Harga Sepeda Lipat Brompton C Line? Ini Kisaran, Spesifikasi dan Kelebihannya
-
Cegah Ricuh, Polisi Minta Pelajar Demo di DPR Pulang: Pulang Ya? Salaman Dulu
-
Suasana Demo Memanas, Pengunjung Tetap Santai Makan dan Belanja
-
Korupsi BUMN: Ketika Inovasi Berjalan Tanpa Pengawasan
-
Beredar Isu Perselingkuhan, Sarah Wijayanto Ancam Akun Penyebar Hoax
-
Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?