Suara.com - Banyuwangi, Jawa Timur punya pangan lokal ikan lemuru yang kualitas gizinya setara dengan ikan salmon. Pangan lokal ini mengandung nutrisi baik untuk ibu hamil dan cegah anak stunting, punya harga yang terjangkau loh.
Ahli Gizi Prof. Dr. Ahmad Sulaeman mengatakan dalam ikan lemuru mengandung lemak omega 3 yaitu eicosapentaenoic acid (EPA) dan dokosaheksaenoat acid (DHA). Kedua kandungan lemak esensial omega 3 juga ada dalam ikan salmon, sehingga punya kandungan gizi yang setara.
"Setara dengan salmon, baik dari proteinnya, maupun dari kandungan DHA-nya, kemudian juga mineralnya. Kenapa harus salmon ketika ada yang jauh lebih murah," jelas Prof Ahmad saat mengunjungi Kebun Gizi Cawang yang didampingi Danone Indonesia di Desa Benelan Kidul, Kec. Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (6/11/2024).
Bukan cuma kandungan gizi ikan lemuru setara ikan salmon, Prof. Ahmad juga mengatakan ikan tersebut memiliki rasa yang enak. Apalagi kata dia, saat makan setiap anak atau orang dewasa perlu meresapinya dengan 5 panca indra. Contohnya indra perasa, indra peraba, indra perdengaran dengan suara renyah dan seruput, indra penglihatan karena tampilannya yang menggugah hingga indra penciuman aroma masakan yang mengundang selera.
"Selain murah itu enak sekali. Banyak di Muncar di Banyuwangi di sini banyak banget. Di ikan lemuru itu yang sangat tinggi itu kandungan lemak esensial omega 3 ada eicosapentaenoic acid, ada dokosaheksaenoat acid," sambung Prof. Ahmad.
Profesor yang juga Guru Besar Bidang Keamanan Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menjelaskan, jika EPA dan DHA yang terkandung dalam lemuru sangat baik untuk perkembangan otak dan mata anak, sehingga akan membantu perkembangan janin sejak dalam kandungan.
Bahkan kata Prof. Ahmad, ikan lemuru juga baik dikonsumsi ibu menyusui. Ini karena kandungan gizi dalam ikan lemuru, nantinya akan diserap bayi yang disusui lewat air susu ibu (ASI).
"Itu buat perkembangan selama kehamilan, perkembangan si janin otak dan mata, itu paling banyak selama pertumbuhan otak dan mata itu asam lemak DHA, dan itu bayi itu, hanya dapat itu ketika udah lahir mendapatkannya dari ASI. Kalau si ibunya waktu hamil banyak makan lemuru, maka ASI-nya tinggi kandungan DHA," papar Prof. Ahmad.
Nutrisionist Puskesmas Singojuruh, Ruvy Rizka juga turut mengungkap fakta nyata tentang ikan lemuru yang sering disebut tambang moncong yang bentuknya menyerupai ikan sarden atau ikan makarel ini.
Baca Juga: Dukung Pencegahan Stunting, PLN Berdayakan Peternak Ayam Petelur di Kabupaten Malang
Menurut Ruvy, sebagai seorang praktisi yang sudah menerapkan pemberian ikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, hingga bayi di bawah 2 tahun ini ikan lemuru jumlahnya sangat melimpah di Banyuwangi.
Tak main-main, kata dia, harganya sangat terjangkau bahkan untuk keluarga pra sejahtera karena dihargai Rp4 ribu untuk 8 ekor. Sehingga makanan murah meriah dan kaya gizi ini kerap diandalkan Ruvy untuk memberi edukasi dan contoh masakan yang mudah maupun sehat menggunakan bahan pangan lokal.
"Kalau Lemuru di mana aja gampang, cara dapatnya gampang di pedagang sayur keliling itu pasti bawa ikan lemuru. Satu kertas sekitar setengah kilogram, ada yang seperempat kilo, isinya sekitar 8 itu cuma 4 ribu," pungkas Ruvy.
Berita Terkait
-
Bayang-bayang Kasus Stunting di Yogyakarta Karena Ancaman Anemia dan Asap Rokok
-
Pemerintah Klaim Kasus Anak Stunting Selama Jokowi 2 Periode Turun Dratis, Angkanya Kini Cuma 21,5 Persen
-
Program Makan Bergizi Gratis Tak Hanya Jadi Solusi untuk Stunting tapi Juga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
-
Susu Ikan, Solusi Stunting atau Tantangan Baru? Pemerintah Diminta Waspada
-
Turun jadi 21,5 Persen, Indonesia Tekan Angka Stunting 9 persen dalam Lima Tahun
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Apa Itu Munggahan? Kenali Makna Tradisi untuk Menyambut Bulan Ramadan
-
5 Skincare Terbaik untuk Rutinitas Harian Menurut Dokter Estetika Kamila Jaidi
-
Jadwal Pencairan TPG, THR, dan Gaji ke-13 Guru 2026, Ini Rincian Lengkapnya
-
Bolehkah Pakai Lip Balm saat Puasa? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Tidak Berwarna
-
4 Sepeda Lipat yang Ringan tapi Bagus, Cocok Buat Gowes Sehari-hari
-
Apakah Stretch Mark Bisa Hilang? Ini 3 Rekomendasi Krim untuk Memudarkannya
-
Kalau Skin Barrier Rusak Harus Pakai Apa? Ini 10 Langkah Memperbaikinya
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat Harga Rp1 Jutaan, Hemat dan Praktis untuk Harian
-
Apa Itu Tonic Immobility dan Kenapa Korban Pelecehan Tidak Bisa Melawan?
-
Salat Tarawih Berapa Rakaat? Ini Penjelasan Detail Menurut Berbagai Mazhab