Suara.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta memperkirakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak memengaruhi okupansi perhotelan di daerah itu.
"Dengan pelemahan itu pengunjung hotel dari mancanegara tidak lantas meningkat. Sebaliknya pengunjung lokal juga tidak lantas anjlok," kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Herman Toni di Yogyakarta, Selasa (25/8/2015).
Berdasarkan kurs Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) pada Selasa (24/8), rupiah kembali melemah menjadi Rp14.067 per dolar AS dibandingkan dengan hari sebelumnya Rp13.998 per dolar AS.
Menurut dia, pelemahan nilai tukar rupiah tidak lagi membawa angin segar bagi peningkatan jumlah pengunjung mancanegara sejak pemerintah mewajibkan seluruh transaksi pembayaran di hotel dalam negeri menggunakan rupiah per 1 Juli 2015.
"Sejak kami semua tidak boleh (transaksi, red.) pakai dolar, maka semua itu (perubahan nilai tukar rupiah, red.) tidak lagi berpengaruh," kata dia.
Sebaliknya, ia mengatakan, jumlah pengunjung dalam negeri juga diyakini tidak akan mengalami penurunan, sebab tarif sewa kamar hotel diperkirakan akan tetap stabil, kendati beberapa kebutuhan pokok yang didatangkan dari luar negeri mengalami kenaikan terdampak penguatan dolar AS.
"Belum berencana akan menaikan tarif, sehingga kami harapkan jumlah pengunjung atau wisatawan domestik tidak anjlok," kata dia.
Herman mengatakan sejak awal Agustus 2015, okupansi atau tingkat hunian rata-rata kamar hotel berbintang di DIY cukup landai, yakni berkisar 40-50 persen, hotel melati 20-30 persen.
Selain tidak terpengaruh penguatan dolar AS terhadap rupiah, katanya, hal itu disebabkan saat ini telah memasuki musim sepi pengunjung.
"Musim liburan kan sudah selesai baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara," kata Herman Toni. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Waspada Godzilla El Nino! Ini Cara Tepat Pakai Sunscreen Agar Kulit Tidak Gosong
-
Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar
-
Apakah Sunscreen Bisa Memutihkan Wajah? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Bikin Kulit Glowing
-
Apa Bedanya Jumat Agung dan Paskah? Bukan Hari Biasa, Ini Maknanya
-
6 Shio Paling Hoki pada 3 April 2026, Siapa Saja yang Beruntung Besok?
-
3 Bedak Tabur Wardah untuk Kulit Sawo Matang agar Makeup Tidak Abu-Abu
-
Diklaim Ramah Lingkungan, Ekowisata Justru Berisiko Gagal Redam Emisi Karbon Global: Mengapa?
-
Skincare Glad2Glow untuk Umur Berapa? Cek Panduan Lengkapnya di Sini
-
5 Bedak Murah yang Bagus dan Aman: Cocok untuk Sehari-hari, Mulai Rp20 Ribuan
-
Apakah SNBP Itu Beasiswa? Cek Penjelasan Lengkapnya Supaya Tidak Kaget