Suara.com - Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali diharapkan segera membuat surat edaran terkait pengawasan di setiap desa adat atas fenomena merebaknya Tari Joged Bumbung yang ditarikan di luar pakem dan cenderung porno.
"Kami meyakini, dengan keterlibatan tokoh-tokoh adat untuk memberikan pemahaman ini akan lebih didengar oleh masyarakat," kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, di Denpasar, Selasa (8/9/2015).
Dia tidak menampik, di beberapa daerah di Bali, ketika masyarakat menggelar hajatan adat tertentu justru ada yang sengaja "ngupah" atau mengundang penari untuk menarikan salah satu tari pergaulan itu (Joged Bumbung-red) agar ditarikan secara erotis, di luar pakemnya.
"Kami sangat berharap agar fenomena ini disikapi, sehingga tidak sampai terjadi lagi. Kalau ternyata justru tokoh-tokoh adat ikut menikmati tarian seperti itu, artinya sudah terjadi degradasi moral. Seharusnya kita malu, karena dengan demikian menjadikan seni kita seakan-akan menjadi murahan," usai menggelar rapat dengan jajaran terkait yang membahas persoalan Joged porno itu.
MUDP Bali sebagai lembaga tertinggi di Bali yang mewadahi desa pakraman (desa adat) diharapkan untuk turut melakukan pengawasan dan juga mengingatkan tokoh-tokoh adat terkait fenomena tersebut.
Apalagi, tambah dia, juga muncul kasus Tari Joged porno di salah satu kawasan di Kabupaten Tabanan yang dibawakan di sela-sela permainan judi bola adil dengan waktu pementasan setiap dini hari.
"Oleh karena itu, kali ini kami minta klarifikasi juga dari Dinas Kebudayaan Tabanan terkait langkah-langkah yang sudah dilakukan terhadap kasus tersebut. Di samping kami meminta MUDP dan Kepolisian untuk melakukan langkah strategis menyikapi kasus itu," ucapnya.
Menurut Dewa Beratha, jika fenomena tari Joged Bumbung yang dibawakan di luar pakem dibiarkan berlarut-larut, maka dapat berdampak buruk pada generasi muda.
"Selain penilaian terhadap seni dan budaya Bali bisa menjadi berkurang karena seakan-akan seni kita menjadi murahan," kata mantan Kepala Biro Kesra Pemprov Bali itu.
Dia mengajak berbagai pihak terkait untuk mengembalikan tari Joged sesuai pakemnnya. "Memang dalam Joged ada gerakan 'ngegol' atau bergoyang, tetapi itu arahnya ke samping kanan dan kiri, bukan ke depan dan ke belakang," seloroh Dewa Beratha.
Pada rapat tersebut juga dihadiri perwakilan MUDP Bali, Listibya, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Kepolisian Daerah Bali dan perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. (Antara)
Berita Terkait
-
Jarang Terjadi! Para Raja dan Sultan Datangi Istana Tagih Janji Prabowo soal Bandara Bali Utara
-
Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?
-
Nyontek Dubai, Bali Mau Jadi Pusat Keuangan Dunia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement