Masyarakat Bali, khususnya yang tinggal di Jembrana memiliki tradisi unik saat musim haji. Tradisi itu disebut "ninjau" atau mengantar jamaah haji merupakan momen unik yang telah dilakukan turun-temurun dan ditunggu-tunggu masyarakat.
"Saya tidak tahu kapan tepatnya tradisi 'ninjau' haji ini dimulai. Yang jelas, sejak saya kecil, tradisi ini sudah ada," kata Ustadz Sya'rani Yasin, salah seorang tokoh sepuh di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara.
Yang unik dari tradisi ini, kata dia, setelah jamaah haji Kabupaten Jembrana diberangkatkan menuju Surabaya, Jawa Timur, masyarakat melanjutkan perjalanannya ke tempat-tempat rekreasi bersama keluarganya.
"Dulu iring-iringan pengantar jamaah haji bisa sampai ke asrama haji di Sukolilo, Jawa Timur, setelah jamaah masuk, pengantar melanjutkan rekreasi di kota itu. Tapi sekarang paling jauh sampai di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bahkan sebagian besar hanya sampai di Pelabuhan Gilimanuk," ujarnya.
Meskipun bergeser dari Surabaya ke Banyuwangi atau Gilimanuk, dia mengatakan, kebisaan yang tidak berubah adalah mengunjungi objek-objek wisata secara beramai-ramai. Karena sudah menjadi tradisi, saat hari "ninjau" haji dipastikan anak-anak yang bersekolah memilih untuk libur, termasuk pekerja informal seperti anak buah perahu di Desa Pengambengan.
"Kalau hari 'ninjau' haji, sekolah-sekolah khususnya SD di desa ini banyak yang libur. Bukan karena tanggal merah, tapi karena tidak ada murid yang masuk. Mereka lebih memilih dimarahi guru karena membolos, dibanding tidak ikut 'ninjau' haji," kata pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Pengambengan ini, sambil tersenyum.
Dari sisi sejarah, dia menduga, tradisi ini merupakan sambungan dari kebiasaan masyarakat tempo dulu, saat mengantar jamaah haji lewat jalur laut di muara Desa Perancak.
Ia menuturkan, jaman itu, jamaah haji berangkat dari muara tersebut dengan diiringi tangis kerabat serta tetangganya sehingga lokasi tempat bersandarnya perahu kayu untuk mengangkut jamaah haji ke Arab Saudi, disebut Tanjung Tangis.
"Untuk menunaikan ibadah haji, jamaah harus menempuh perjalanan di laut dengan menggunakan perahu kayu sekitar enam bulan. Tangisan dari kerabat dan tetangga itu, karena belum tentu jamaah ini selamat sampai tujuan," ujarnya.
Di era modern, ketika jamah haji naik pesawat ke tanah suci, menurut dia, tradisi mengantar tersebut masih bertahan, tapi dalam bentuk yang lain. Tangisan saat keberangkatan jamaah diganti dengan turut bergembira karena ada kerabat atau tetangganya yang mampu menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Banyaknya murid yang libur diakui oleh Alfina Laila, salah seorang guru di Desa Pengambengan. Setiap "ninjau" haji terpaksa pihak sekolah meliburkan murid-muridnya.
"Dipaksa masuk juga percuma, karena tidak ada yang datang ke sekolah. Ya gak papa, 'ninjau' haji 'kan cuma satu tahun sekali," katanya.
Rengekan anak untuk "ninjau" haji juga membuat orang tua tidak berdaya, bahkan juga rela ikut libur bekerja, untuk berangkat ke tempat-tempat wisata baik di Kabupaten Jembrana, Buleleng hingga Banyuwangi.
Selain dengan sepeda motor, banyak masyarakat yang urunan untuk menyewa angkutan umum seperti bus, serta mobil pribadi.
Di sisi lain, hari "ninjau" haji juga ditunggu-tunggu oleh pedagang di sentra kuliner lesehan ikan bakar di Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru, karena biasanya saat pulang dari tempat wisata, masyarakat mampir ke tempat mereka untuk makan.
"Kalau 'ninjau' haji seperti ini, pembeli meningkat. Biasanya dari sore sampai malam hari. Apalagi rata-rata mereka datang rombongan," kata Badawi, salah seorang pemilik lesehan ikan bakar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Doa agar Dipermudah Mendapat Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Malam Terakhir Ramadan
-
35 Link Kartu Ucapan Lebaran 2026 Gratis, Siap Dibagikan ke Teman hingga Keluarga
-
Arti Taqaballahu Minna wa Minkum, Waktu Mengucapkan dan Cara Menjawabnya
-
Terpopuler: Beda Syarat Jadi Wapres di Iran vs Indonesia, Lebaran 2026 Tanggal Berapa?
-
6 Parfum Murah Wangi Vanilla di Indomaret untuk Tampil Manis dan Elegan
-
SADORA, Dongeng Interaktif dan Seminar Parenting Temani Anak Menyambut Ramadan
-
Doa 10 Malam Terakhir Ramadhan Lengkap, Sambut Malam Lailatul Qadar
-
Kapan Mulai Libur Sekolah Lebaran 2026? Catat Rincian Tanggal Merah Resmi
-
Berapa Liter Air Putih yang Harus Diminum Saat Malam Hari Agar Tetap Terhidrasi Saat Puasa?
-
3 Zodiak Memasuki Era Keberuntungan Mulai Rabu 11 Maret 2026