Suara.com - Pizza merupakan salah satu makanan cepat saji yang disukai banyak orang. Banyak orang menganggap bahwa melahap sepotong pizza tak akan pernah cukup memenuhi hasratnya. Itu sebabnya, pizza bisa membuat ketagihan bagi penikmatnya.
Nah, untuk mengungkap fakta di balik ketagihan saat mengonsumsi pizza, peneliti dari University of Michigan melakukan sebuah penelitian untuk membandingkan tingkat ketergantungan dari beberapa makanan.
Hasil temuan menunjukan bahwa pizza merupakan salah satu makanan yang dapat memicu kecanduan layaknya narkoba. Sedangkan makanan lainnya seperti salmon, keripik, dan es krim tidak mengakibatkan candu bagi para penikmatnya.
Dalam laporannya yang dimuat di jurnal "PLos ONe" para peneliti menjelaskan, beberapa makanan olahan mengandung tinggi lemak dan karbohidrat sehingga mudah diserap oleh tubuh. Sayangnya, penyerapan yang cepat ini memicu seseorang untuk melahapnya kembali.
"Makanan disebut menyebabkan kecanduan jika memang mengakibatkan perubahan perilaku makan. Dan pizza merupakan makanan yang menyebabkan kecanduan bagi penikmatnya," ungkap peneliti.
Setelah diteliti, pizza mengandung keju yang di dalamnya terdapat protein kasein yang melepaskan opiat atau casomorphins. Kandungan pada keju inilah yang disebut-sebut memiliki efek layaknya narkoba.
"Casomorphins dapat mempengaruhi reseptor dopamin dan memicu bagian yang berperan memicu sifat adiktif," imbuh pakar diet, Cameron Wells.
Selain pada keju, susu juga mengandung protein ini namun dalam jumlah kecil sehingga tidak terlalu menyebabkan candu.
"Untuk membuat keju dibutuhkan berkilo-kilo susu. Oleh karena itu efeknya lebih besar pada keju," imbuh Wells. (Foxnews)
Tag
Berita Terkait
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Arti Tersembunyi Kata Pizza di Epstein Files, Benarkah Kode Pedofilia?
-
Atasi Kecanduan Gadget Anak Lewat Baca Nyaring dalam The Book of Read Aloud
-
KFC dan Pizza Hut Resmi Merger, Nilai Transaksi Tembus Rp15,6 Triliun
-
Lebih dari Sekadar Kebiasaan: Bahaya Kecanduan Scrolling bagi Kesehatan Mental Remaja
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
3 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung Selama April 2026, Kamu Termasuk?
-
Kapan Sebaiknya Ganti Sepatu Lari Baru? Ini 3 Rekomendasi yang Paling Awet
-
Tren Hojicha Masuk Indonesia, CHAGEE Sajikan Menu Baru Hingga Merchandise Spesial
-
Apa Itu Nonchalant? Mengenal Arti Istilah Viral di TikTok Lengkap dengan Contoh Kalimat
-
5 Sabun Cuci Muka Deep Pore Cleansing untuk Bersihkan Pori-pori dan Komedo
-
Urutan Skincare Pagi Viva agar Bebas Noda Hitam, Bikin Kulit Cerah dan Kenyal
-
Fenomena Popcorn Brain, Efek Samping Doomscrolling yang Membahayakan Otak
-
Cara Membangun Kedekatan Emosional Anak Lewat Kebiasaan Sederhana di Rumah
-
Exfoliating Toner vs Cleanser: Mana yang Lebih Ampuh Bikin Wajah Glowing?
-
7 Rekomendasi Sepatu Bata Stylish untuk Harian, Nyaman dan Ramah di Kantong