Kedai atau kafe yang menyajikan kopi khas Lampung kini makin banyak bermunculan di kota Bandarlampung. Nuansa khas anak muda kental terasa di kedai kopi yang mengusung tema 'kafe trotoar' itu. Kedai-kedai kopi itu menyajikan berbagai jenis minuman kopi berbahan kopi Lampung dengan kualitas yang tak kalah dari coffee shop. Harganya juga lebih terjangkau.
Kedai-kedai ini disebut sebagai salah satu upaya untuk mengembalikan kejayaan kopi Lampung. Ya, sudah lama Lampung dikenal sebagai penghasil kopi Robusta (Coffea canephora) terbesar di tanah air. Produksinya rata-rata 100 ribu ton biji kering per tahun.
Selain itu, kopi robusta Lampung juga memiliki kekhasan cita rasa yang khas yang berbeda dengan kopi robusta dari daerah lain.
Puluhan ribu petani kopi di Lampung memang lebih banyak menanam kopi robusta ketimbang kopi Arabika (Coffea arabica). Sebagian besar perkebunan kopi Lampung berada di dataran tinggi dan terpusat di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Barat, dan Tanggamus.
"Kopi Lampung cukup pantas dikategorikan sebagai salah satu kopi terbaik Indonesia. Kopi Lampung terkenal karena keistimewaan aroma dan rasanya yang khas," ujar Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia, Magdalena, di Bandarlampung, Kamis (19/11/2015).
Dengan produksi yang cukup besar, serta memiliki cita rasa yang khas, menurutnya kopi Lampung layak dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
"Budaya merupakan salah satu alat pemersatu bangsa, sehingga bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu menjaga warisan budayanya, dan di Lampung ini kopi Robusta memiliki daya tarik untuk diangkat sebagai salah satu warisan budaya Indonesia," tambah Magdalena.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Lampung, Toni L Tobing, luas kebun kopi di Lampung mencapai 154.168 hektare dan produksi 100.000 ton biji kering. Bahkan, Lampung menyumbang 70 persen ekspor kopi nasional.
Dan potensi ini sudah lama diakui, dan telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis pada Mei 2014 silam dengan lokasi Masyarakat Indikasi Geografis (MIG) di Kabupaten Lampung Barat, Way Kanan, dan Tanggamus.
Menurutnya, di dunia hanya ada tiga negara penghasil kopi Robusta, yakni Indonesia, Vietnam, dan Brasil, sehingga pangsa pasar kopi robusta Lampung di pasar internasional masih terbuka lebar. Karena itu, eksistensinya perlu dijaga dan dipertahankan dengan memperhatikan kelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.
"Diharapkan dengan menjadikan kopi Lampung sebagai salah satu warisan budaya Indonesia dapat memacu pembangunan perkebunan kopi secara berkelanjutan, baik dari segi pengelolaan sumber daya alamnya, peremajaan bibit, permodalan serta sisi ekonomi petani dan pengusaha kopi di Provinsi Lampung," katanya.
Namun sayangnya, potensi ini tak sepenuhnya dirasakan oleh petani kopi di Lampung. Ini karena tata niaganya yang kurang menguntungkan para petani.
Untuk itu Wakil Gubernur Lampung Bakhtiar Basri menilai dibutuhkan sinergisitas semua pihak, baik petani, pengusaha, eksportir, maupun pemerintah, untuk mengelolanya lebih baik agar berdampak langsung pada kesejahteraan petani kopi di Lampung.
"Kita harus fokus, jika kopi Lampung ingin hebat dan dikenal dunia," katanya pula.
Oleh sebab itu, kata dia lagi, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten penghasil kopi di Lampung harus duduk bersama untuk membahas program-program terkait dengan perkopian Lampung.
Basri juga berharap kopi Lampung dapat disertifikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah, sehingga biji kopi yang dihasilkan terjamin, baik mutu maupun kandungan bahan kimianya.
"Jangan yang membuat sertifikasi kopi justru perusahaan luar negeri atau penamaman modal asing," tegasnya.
Upaya mengangkat potensi kopi Lampung, khususnya mempopulerkan kopi dari Lampung dalam bentuk promosi wisata kopi. Langkah ini dapat segera mengembalikan kejayaan budidaya kopi di Lampung untuk menumbuhkan kebiasaan ngopi.
Upaya untuk melestarikan tradisi dan kebiasaan pembudidayaan kopi, sebagai sarana wisata eksotik juga tak kalah penting. Sejumlah pihak dari kalangan lembaga swadaya masyarakat, pemerintah daerah, dinas teknis terkait maupun perusahaan juga berupaya terus mendorong petani kopi di Lampung membudidayakan kopi berkualitas. Petani di Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pringsewu juga mendapatkan kesempatan berlatih membudidayakan kopi Robusta sekaligus penanganan pascapanen. (Antara)
Berita Terkait
-
Permintaan Meledak, China Borong 8 Kontainer Kopi Premium Indonesia
-
Prabowo: Ekonomi Itu Sederhana, Jangan Dianggap Ilmu Dewa! Satu Cangkir Kopi Modalnya Berapa?
-
Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?
-
Kopi Kiwa: Menyesap Sensasi Kopi Premium di Pinggir Jalan GOR Kota Jambi
-
Merawat Budaya Lewat Kopi, Cublak Suweng Hadir dengan Cerita dan Filosofi Nusantara
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian
-
Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol
-
Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti
-
iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km
-
Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu
-
Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari
-
Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang
-
Guru Besar IPB Sulap Limbah Rumput Laut dan Jeroan Ikan Jadi Pupuk Organik, Bagaimana Kisahnya?
-
Cara Cek Pajak Tahunan Mobil Listrik Lewat HP, Cepat dan Nggak Pakai Ribet!
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Begini Cara Cerdas Mengelola Dana Daftar Ulang Kuliah