Suara.com - Sementara banyak orang mendambakan memiliki anak kembar, banyak pasangan di luar sana --khususnya di negara maju-- yang justru dikaruniai kelahiran bayi kembar. Bahkan menurut sebuah penelitian jumlah kelahiran bayi kembar di negara maju meningkat hingga dua kali lipat beberapa tahun belakangan.
Penelitian yang diterbitkan Population and Development Review menemukan adanya peningkatan kelahiran kembar di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Denmark, dan Korea Selatan antara tahun 1975-2011.
Ada dua alasan yang melatarbelakangi fenomena ini. Pertama, perempuan di negara maju lebih mungkin menunda kehamilan dibandingkan di negara-negara berkembang. Akibatnya mereka melahirkan pada usia yang tak lagi muda sehingga meningkatkan peluang memiliki anak kembar.
Kedua, upaya kehamilan lain seperti fertilisasi in vitro, yang dapat meningkatkan peluang perempuan hamil bayi kembar. Alasan kedua inilah yang dirasa paling tepat mewakili fenomena banyaknya bayi kembar di negara maju.
Bahkan di negara berkembang, upaya fertilisasi in vitro menjadi suatu solusi bagi pasangan yang mendambakan anak kembar. Sayangnya, hal ini bukan aman dari risiko.
Menurut peneliti, memiliki anak kembar menempatkan pada risiko bayi lahir prematur, kematian saat lahir, bobot lahir rendah, komplikasi saat lahir, dan risiko diabetes gestasional, pre-eklampsia pada ibu yang melahirkan.
"Memiliki anak kembar yang tak alami, menempatkan seseorang (ibu hamil) pada berbagai risiko termasuk sang bayi. Sebaiknya upayakan dengan cara alami seperti menikah dengan pasangan yang memiliki riwayat kembar di keluarganya," ujar peneliti. (Foxnews)
Berita Terkait
-
Setelah Puasa Ramadan Sebulan, Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Hari Raya Idulfitri?
-
Bolehkah Berhubungan Suami Istri di Malam Takbiran Idulfitri? Ini Hukumnya dalam Islam
-
Anggap Temannya Miskin, Perempuan Ini Minta Bayi Kembar yang Baru Dilahirkan
-
USG Tunjukkan 4 Janin, Ibu di Indramayu Syok Lahirkan Bayi Kembar 5
-
Nyaman Digendong Raffi Ahmad dan Irfan Hakim, Tatapan Polos Bayi Kembar Mpok Alpa Jadi Sorotan
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Bacaan Niat Puasa Syawal Digabung Puasa Senin Kamis, Bolehkah?
-
10 Cara Menyimpan Kue Lebaran Tetap Renyah dan Tahan Lama, Anti Melempem!
-
5 Cara Alami Usir Kolesterol usai Santap Sajian Lebaran, Simvastatin Minggir Dulu
-
Promo Indomaret Lebaran 2026 Lengkap: Diskon Biskuit Kaleng, Sirop, hingga Sembako
-
Hukum Menikah di Bulan Syawal, Benarkah Sunah? Begini Penjelasannya
-
Baju Lebaran Warna Putih Kena Noda Santan? Begini Cara Menghilangkannya
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya