Suara.com - Perseroan Terbatas Pengembangan Pariwisata Indonesia atau "Indonesian Tourism Development Corporation"/ITDC mencari investor untuk mengembangkan kawasan pariwisata di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
"Untuk kawasan Mandalika ini kita sedang mencari investor guna pengembangan potensi pariwisata dia sana," kata Presiden Direktur PT PPI/ITDC Abdulbar M. Mansoer melalui pesan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa (16/2/2016).
PPI menyatakan dana investasi baru tersebut akan diarahkan pada penanaman modal bagi pengembangan infrastruktur fase pertama di lokasi seluas 1.000 hektare (ha) tersebut.
"Dana dari investor tersebut akan kita arahkan untuk pembangunan yang masuk dalam fase pertama pengembangan kawasan Mandalika," ujar dia.
Untuk fase pertama, PPI menargetkan pembangunannya selesai pada tahun 2019 mendatang. Saat ini BUMN bidang pengembangan pariwisata tersebut sedang mengembangkan lahan seluas 200 ha di Mandalika.
"Di pantai yang dipakai perayaan Hari Pers Nasional (HPN) kemarin itu kita akan bangun satu sarana retail, tiga hotel, kantor Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kantor operator kita, itu progress kita selama dua tahun dari 2014. Tahun ini kita 'spend' Rp102 miliar kita bangun infrastruktur," ucapnya.
Abdulbar mengungkapkan untuk infrastruktur seluas 1.000 ha dibutuhkan biaya Rp3,3 triliun, tiga hotel awal Rp37 triliun yang akan dibangun bersama para investor antara lain Pullman, Club Med dan satu perusahaan asal Korea.
Untuk investasi sebesar Rp3,7 triliun tersebut, sekitar 30 persen dari modal sendiri dan 70 persen dari kredit perbankan serta Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp250 miliar.
PPI sendiri tengah mencari rekan perbankan yang mau memberikan kredit dengan jangka waktu minimal 12 tahun, karena tenor yang panjang ini akan memudahkan perusahaan dalam mengembangkan proyek pariwisata ini "Proyek Mandalika akan dimulai dengan kontruksi Hotel Pullman dan Hotel Club Med, proyek pengolahan air laut menjadi air bersih (reverse osmosis), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)," katanya.
Untuk tenaga kerja yang bisa diserap, Abulbar mengklaim dalam fase pertama yang terdiri dari tiga hotel tersebut bisa menjadi lahan pekerjaan bagi sekitar 15.000 tenaga kerja.
"Tenaga kerja itu kita datangkan dan utamakan warga lokal, Kemenpar akan bangun Sekolah Tinggi Pariwisata di wilayah Praya," ujarnya.
Untuk kinerja perusahaan tahun 2015, PPI mencatatkan pendapatannya meningkat sebesar 30 persen menjadi Rp240miliar dan nett profitnya Rp101 miliar.
Untuk tahun 2016, Abulbar memprediksi hanya akan naik lima persen karena keharusan investasi di wilayah Mandalika sebanyak Rp102 miliar. (Antara)
Berita Terkait
-
Aksi Gemilang Pebalap AHRT Borong Podium ARRC 2026 di Sirkuit Mandalika
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Tak Punya Pantai, Kemiren Punya Budaya: Edy Menggerakkan Ekonomi Desa
-
42 Persen Tiket Terjual, MotoGP Indonesia 2026 Dikemas Lebih Menarik
-
Pengusaha Keluhkan Proyek PSN dan KEK Belum Mulus di Lapangan, Minta Pemerintah Turun Tangan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga
-
Pasca Putusan MK, DPR Titip Pemerintah Naikkan Gaji Guru dari Anggaran Pendidikan