Suara.com - Para orang tua diminta untuk lebih selektif dalam memilih tayangan bagi putra-putrinya. Pasalnya tayangan sinetron yang mengandung konten dewasa yang dikonsumsi anak-anak, berpotensi memicu pubertas dini pada anak.
Psikolog dari Klinik Remaja RSAB Harapan Kita, Jakarta, Ade Dian Komala, M.Psi mengatakan, usia anak-anak dan remaja umumnya belum siap menerima konten yang disajikan tayangan sinetron saat ini tanpa bimbingan. Akibatnya ketika terpapar konten yang mengisahkan hubungan percintaan usia dewasa, anak penasaran untuk mencobanya secara langsung.
"Misalnya lihat sinetron ada adegan pegangan tangan, pelukan, ciuman yang sebenarnya bukan untuk konsumsi mereka (anak-anak). Lalu ketika mencoba pegangan dengan lawan jenis yang disukainya kok deg-degan ya, tambah lagi pelukan kok enak ya, dan bisa mengarah ke hubungan seksual," ujarnya pada forum NGOBRAS (Ngobrol Bareng Sahabat) di RSAB Harapan Kita, Jakarta, Rabu (17/2/2016).
Hasrat seksual yang dirasakan anak-anak di usia yang terbilang dini pada akhirnya mempengaruhi kematangannya secara psikologis dan fisik. Ditambahkan dokter spesialis anak RSAB Harapan Kita, Aditya Suryansyah, pubertas dini dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan si anak sehingga tinggi badannya tak lagi bertambah.
"Peluang dia hamil di usia dini juga besar karena secara psikologis dia sudah lebih dewasa dibanding teman seumurannya. Tinggi badannya juga tak lagi bertambah sehingga anak yang pubertas dini badannya relatif pendek," sambungnya.
Untuk mencegah pubertas dini yang dipicu tayangan sinetron saat ini, psikolog Ade menyarankan agar orangtua membangun keterbukaan pada anak. Ia juga menyayangkan sikap orangtua yang kerap menyalahkan anak tanpa mau memberikan waktunya untuk mendengarkan curhatan anak.
Ia menyarankan agar para orangtua harus memposisikan diri seperti remaja dan mencari tahu informasi yang berkembang di remaja saat ini.
"Caranya bisa dengan menanyakan langsung, tapi ingat, jangan reflek untuk langsung berkomentar, berikan dia kesempatan untuk bercerita. Kalau kedekatan sudah terjalin baik antara orangtua dan anak dia akan punya tanggung jawab moral. Mau nakal jadi mikir-mikir, takut orangtuanya kecewa karena saking dekatnya dengan dia," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Membiayai Anak Bukan Lisensi untuk Menghapus Privasinya
-
Trauma Masa Kecil: Luka yang Berawal dari Hal-hal yang Dianggap Sepele
-
Bocah Jenius atau Terlatih? Mengenal Nala, Anak TK yang Fasih Bicara Soal Biomedis
-
Eco Parenting, Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
-
Satu Tante yang Teredukasi Bisa Berdayakan Satu Keluarga, Gimana Caranya?
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Kumpul Jelang HUT RI, Sekjen Koalisi Prabowo Bahas Penguatan Kabinet dan Masalah Puluhan Tahun
-
Jembatan Putus Way Pengubuan Belum Juga Diperbaiki
-
Nasib ABK WNI Pascaserangan kapal MV Tihamah di Selat Bab Al Mandeb Yaman Masih Dicari
-
Saham BUMN Ada yang Berpotensi Delisting, Danantara Mau Fokus Ini
-
Kinerja Bank Besar Melaju Pada Kuartal II, BFIN dan BBCA Jadi Saham Kejutan
-
Lockbox Terasa Seperti Dua Film yang Dipaksa Menjadi Satu
-
Pengamanan Diperketat, Helikopter dan Rantis Disiagakan Jelang Kedatangan Prabowo di DPR
-
Pengamat: Amerika Serikat Kehabisan Cara Menekan Iran
-
Prahara Chat Aborsi Viral: Karier Sang Duta Wisata Tio Ferdian Terjerembab
-
Rilis iPhone 18 Bakal "Dicicil", Versi Standar Terpaksa Ngaret Sampai 2027? Ini Bocorannya!