Suara.com - Tak sedikit orangtua yang khawatir ketika anaknya mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis yang dikenal dengan sebutan pacaran. Faktanya, pacaran tak selalu memilliki dampak negatif jika orangtua membangun keterbukaan dengan sang anak.
Psikolog Ade Dian Komala dari Klinik Remaja RSAB Harapan Kita mengatakan, fase pacaran bisa membuat anak mengenal lawan jenis dengan baik. Yang bisa dilakukan orangtua adalah menjalin kedekatan dengan anak dan menumbuhkan tanggung jawab moral seputar fase pacaran yang dijalaninya.
"Kalau secara moral anak paham, ketika pacaran dia tahu mana batas yang boleh dan nggak boleh. Tahu bahwa ciuman dan pelukan nggak boleh. Hanya sekedar jalan bareng dan ngobrol aja," ujarnya pada temu media belum lama ini.
Tak hanya itu, tambah Ade Dian, Orangtua juga sebaiknya mengenal baik lingkup teman-teman anaknya. Oleh karena itu, tak ada salahnya anak diajak untuk membawa pacar dan teman-temannya bermain ke rumah sehingga orangtua bisa mengetahui dengan siapa sang anak berteman.
"Kita harus memposisikan diri seperti remaja. Bahkan kalau bisa sesekali ikut ngumpul ketika anak-anak sedang bersama teman-temannya. Dengan begitu teman-teman anak kita jadi deket dengan kita dan nggak mau jahat karena ngerasa punya tanggung jawab moral dengan kita, sebagai orangtua," terangnya panjang lebar.
Ketika orangtua sudah mengenal tabiat teman-teman dari anaknya maka langkah selanjutnya, kata Ade Dian, menanamkan rambu-rambu tentang mana yang boleh dan mana yang tak boleh dilakukan.
"Tapi jangan juga terlalu ketat misalnya boleh nonton sama pacar, tapi harus ada orangtuanya. Kalau kita nggak memberi kepercayaan kepada anak akhirnya dia sembunyi-sembunyi dan kita nggak bisa mengawasi karena anak jadi tertutup," imbuhnya.
Jika orangtua dan anak menjalin kedekatan yang baik maka fase pacaran yang dijalani anak bisa membawa pengaruh baik bagi dirinya. Misalnya menjadi termotivasi untuk mendapatan nilai yang baik di sekolah atau mengikuti kegiatab positif lainnya bersama-sama.
"Pacaran kesannya selalu negatif padahal ada kesan positifnya untuk perkembangan anak. Sudah waktunya juga ketika remaja anak mulai tertarik dengan lawan jenis," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Lisa BLACKPINK Diisukan Pacari Aktor Blue Pongtiwat Usai Kedapatan Makan Bersama
-
Daftar Zodiak yang Dikenal Paling Red Flag dalam Percintaan, Kamu Termasuk?
-
Shio Apa yang Cocok dengan Kelinci dalam Percintaan?
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
Instagram Exclusive Artis: Saat Parasocial Relationship Jadi Ladang Bisnis
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?