Suara.com - Sangat baik jika Anda bisa memahami mengapa si dia mengalami stres. Meski begitu, hal ini tidak akan membantunya untuk menyingkirkan situasi yang sedang 'menekannya'.
Tapi menurut peneliti, setidaknya Anda dapat mengulurkan bantuan dan terus mendukungnya saat si dia tengah mengalami kondisi yang membuatnya stres. Ini dapat memperkuat hubungan Anda dan pasangan sehingga tetap romantis.
Sebuah tim peneliti AS yang mempelajari empati dalam hubungan menemukan bahwa dengan tidak adanya kepedulian, pemahaman saja tidak akan cukup membantu ketika situasi stres timbul dalam hubungan.
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science ini, mengungkap bukti bahwa bentuk-bentuk kognitif dan afektif dalam empati harus bekerjasama untuk memfasilitasi perilaku responsif.
"Ketika orang-orang berempati memiliki pemahaman yang akurat dari pikiran dan perasaan pasangan, mereka akan lebih responsif dan juga memberikan perasaan lebih banyak kasih sayang dan motivasi untuk mengurus kebutuhan pasangan mereka," kata Lauren Winczewski dari University of California, Santa Barbara sebagai penulis utama penelitian itu.
Ia menambahkan, ketika pendengar memiliki pengetahuan yang akurat tetapi tidak merasa penuh kasih mereka cenderung kurang mendukung dan responsif. Tim berpendapat bahwa respon tidak hanya memerlukan pemahaman akurat tetapi juga motivasi penuh kasih.
Mereka menguji teori mereka dengan meminta pasangan untuk mendiskusikan rasa stres pribadi atau hubungan yang diidentifikasi sebelumnya. Mereka mengatakan bahwa cemburu, merupakan satu kasus yang membuat pasangan merasa takut. (timesofindia.com)
Berita Terkait
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Semanis Apel Merah dan Selembut Kasih Sayang Ibu
-
Plataran Borobudur Rayakan Valentine dengan Workshop Blooms of Love Berlatar Candi Borobudur
-
Valentine Sendirian? Ini 5 Pilihan Drama China Romantis untuk Menghangatkan Hari Kasih Sayang
-
Perbedaan Valentine dan White Day: Hari Kasih Sayang yang Serupa tapi Tak Sama
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis