Ilustrasi manusia bahagia (Shutterstock)
Siapa yang tak ingin bahagia? Pastinya, tidak ada yang akan menjawab 'tidak' untuk pertanyaan itu. Tapi, bagaimanakah dan di manakah kebahagiaan dapat direngkuh?
"Pencarian manusia adalah pencarian kebahagiaan," kata psikolog Roslina Verauli kepada media di Jakarta, Selasa (3/5/2016).
Banyak yang menyamaartikan kebahagiaan dengan hal-hal semisal uang, pekerjaan, pasangan, atau tingkat pendidikan. Semakin banyak uang yang dimiliki, semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin tinggi jabatan, semakin tampan atau cantik pasangan, maka kebahagiaan akan datang.
Kendati demikian, kebahagiaan sejatinya bersifat relatif dan subyektif. Menurut psikolog yang akrab disapa Vera itu, karena manusia punya kemampuan adaptasi dengan uang, pasangan, pekerjaan, tingkat pendidikan, dan lain-lain. Setelah mereka beradaptasi dengan yang mereka punya, tingkat kebahagiaan dalam diri pun bisa menurun kembali.
"Karena itulah kebahagiaan berasal dari dalam diri sendiri," kata dia.
Kebahagiaan dapat dicapai melalui pemenuhan "peta kebahagiaan" yang antara lain terdiri dari "kesadaran diri", "kepercayaan diri", "keberanian", "bertanggung jawab", "fokus", juga "lingkungan".
"Orang-orang akan jauh lebih bahagia jika mereka berada di tengah lingkungan yang di dalamnya mereka merasa didukung," katanya lagi.
Lingkungan menjadi penting karena kebahagiaan ternyata bersifat menular. Menurut Vera, saat seseorang sedang bersama dengan keluarga dan teman yang memiliki koneksi yang hangat, kebahagiaan sedang tertular. "Itulah mengapa Alexander Watson pernah mengatakan 'rasa bahagia itu menular'."
Kemajuan teknologi di berbagai bidang yang terjadi saat ini juga mampu membantu kita membawa kebahagiaan. "Teknologi memudahkan kita untuk mampu mengorganisasikan kehidupan menjadi lebih mudah agar target-target dalam hidup bisa tercapai," tutupnya. (Insan Akbar Krisnamusi)
Tag
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN