- Pemerintah Thailand melarang pegawai naik lift, sementara Mesir mematikan lampu ibu kota lebih awal.
- Sri Lanka dan Myanmar menetapkan hari Rabu sebagai libur resmi guna menekan penggunaan energi.
- Eropa menggabungkan aturan kerja dari rumah dengan batasan ketat kecepatan kendaraan di jalan raya.
Suara.com - Ancaman kelangkaan BBM global akibat perang yang makin memanas memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, kompak menerapkan kebijakan WFH. Aturan darurat ini terpaksa diambil secara serentak guna menyelamatkan perekonomian dan cadangan energi nasional dari risiko kelumpuhan total.
Bagi masyarakat Indonesia, menerapkan WFH mungkin terdengar biasa . Sejak pandemi, bekerja dari ruang tamu atau kamar tidur sudah jadi hal lumrah.
Namun, di tengah krisis energi global akibat perang yang memanas di tahun 2026 ini, beberapa negara ternyata punya aturan pendamping WFH yang nyeleneh, ekstrem, tapi sangat masuk akal untuk menghemat BBM.
Dari menyuruh pegawai pakai baju lengan pendek hingga mematikan lampu satu kota, berikut deretan kebijakan WFH dan hemat energi paling unik di dunia saat ini seperti dilansir dari Anadolu Ajans:
1. Thailand: Wajib Naik Tangga dan Pakai Lengan Pendek
Pemerintah Thailand sepertinya paham betul bahwa WFH saja tidak cukup kalau di kantor listriknya tetap boros.
Bagi pegawai yang masih harus ke kantor, aturannya bikin senyum-senyum sendiri.
Mereka disarankan memakai kemeja lengan pendek agar tidak kegerahan. Kenapa? Karena suhu AC kantor wajib diatur mentok di 27 derajat Celcius.
Paling unik, pemerintahnya menginstruksikan para pekerja untuk memboikot lift dan beralih menggunakan tangga. Hitung-hitung hemat listrik sekaligus olahraga gratis.
Baca Juga: Radar THAAD Senilai Rp2 Triliun Hancur Total Diserang Iran Bikin Hubungan AS dan NATO Kini Memanas
2. Mesir: "Gelap-gelapan" Jam 6 Sore dan Jam Malam Toko
Kalau negara lain fokus pada kendaraan, Mesir langsung menyasar pusat kotanya.
Mendampingi kebijakan satu hari kerja jarak jauh, Mesir mengambil langkah berani dengan menutup ibu kota administratifnya tepat pukul 6 sore.
Semua lampu dan perangkat elektronik negara dimatikan total. Bahkan, para pemilik toko dipaksa tutup lebih awal, yakni pukul 21.00 di hari kerja dan 22.00 saat akhir pekan.
Malam hari di Mesir kini benar-benar dimaksimalkan untuk istirahat demi memangkas tagihan energi nasional.
3. Sri Lanka & Myanmar: Kompak Jadikan Hari Rabu 'Hari Rebahan Nasional'
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan