- Ortuseight meluncurkan sepatu lari SOLAR 2.0 yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi energi dan stabilitas bagi para pelari.
- Teknologi carbon plate dan bantalan responsif pada sepatu ini terbukti meningkatkan performa lari secara lebih efisien dibandingkan kompetitor.
- Peluncuran produk berlangsung pada akhir Maret 2026 di The Goods Diner melalui acara edukasi dan uji coba langsung.
Suara.com - Memilih sepatu lari yang tepat kini semakin penting di tengah berkembangnya teknologi performance running. Sepatu tidak lagi sekadar penunjang aktivitas, melainkan menjadi faktor utama yang memengaruhi efisiensi langkah, kenyamanan, hingga performa di lintasan.
Inovasi yang dihadirkan Ortuseight Running melalui seri SOLAR 2.0 menjadi gambaran bagaimana sebuah sepatu dirancang untuk menjawab kebutuhan pelari masa kini yang semakin spesifik.
Dalam menentukan sepatu lari, salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sepatu tersebut mampu mengelola energi. Sistem bantalan menjadi kunci karena berfungsi meredam benturan saat fase pendaratan, namun tetap harus memberikan respons balik yang optimal agar langkah tidak terasa “hilang tenaga”.
Pada SOLAR 2.0, peningkatan bantalan dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara kenyamanan dan responsivitas, sehingga pelari dapat menjaga ritme tanpa cepat kelelahan.
Selain bantalan, stabilitas menjadi faktor penting yang sering kali luput dari perhatian. Sepatu dengan platform yang lebih lebar memberikan pijakan yang lebih stabil, terutama saat berlari dalam kecepatan tinggi atau ketika tubuh mulai kehilangan keseimbangan di akhir sesi lari.
Stabilitas ini membantu pelari tetap konsisten di setiap langkah, sekaligus meminimalkan risiko cedera. Hal ini dijelaskan oleh Andy Wibowo yang terlibat langsung dalam pengembangan produk tersebut.
“Pada Solar 2.0 kami melakukan sejumlah pembaruan penting, di antaranya platform sol dirancang lebih lebar guna memberikan stabilitas yang lebih optimal saat pelari menjaga ritme cepat. Menariknya, meskipun secara struktur sepatu ini terasa lebih kokoh, bobotnya justru semakin ringan dibandingkan generasi sebelumnya,” ujarnya.
Aspek berikutnya adalah teknologi yang digunakan untuk menunjang performa. Integrasi carbon plate menjadi salah satu inovasi yang kini banyak digunakan pada sepatu lari modern.
Teknologi ini membantu memberikan dorongan langkah yang lebih eksplosif dengan memaksimalkan transisi dari fase pendaratan, midstance, hingga toe-off.
Baca Juga: 4 Rekomendasi Sepatu Lari Hoka untuk Kaki Lebar, Nyaman dan Bebas Lecet
Dengan dukungan ini, pelari dapat mempertahankan kecepatan lebih lama dengan efisiensi energi yang lebih baik. Andy juga menegaskan hasil pengujian yang dilakukan terhadap sepatu ini.
“Kita sudah lab check, Solar 2.0 head-to-head dengan merek kompetitor global. Hasilnya, terbukti Solar 2.0 lebih efisien 1 sampai 2% performanya, jadi dijamin pelari dapat menghemat energi ketika sepatu ini digunakan untuk racing,” jelasnya.
Material pada bagian upper juga menjadi pertimbangan penting dalam memilih sepatu. Penggunaan jacquard woven pada SOLAR 2.0 memberikan kombinasi antara struktur yang presisi dan bobot yang ringan.
Material ini memungkinkan sepatu mengikuti bentuk kaki dengan baik tanpa mengorbankan kekuatan, sehingga memberikan kenyamanan sekaligus menjaga kestabilan saat berlari dalam intensitas tinggi.
Bobot sepatu menjadi faktor lain yang berpengaruh terhadap performa. Sepatu yang ringan akan membantu pelari bergerak lebih efisien dan mengurangi beban energi, terutama saat menempuh jarak jauh atau mengejar catatan waktu terbaik.
Menariknya, inovasi terbaru memungkinkan sepatu tetap memiliki struktur yang kokoh namun dengan bobot yang lebih ringan, sehingga pelari tidak perlu memilih antara stabilitas dan kecepatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Staycation Ramah Lingkungan, Tren Baru Menikmati Waktu Istirahat dengan Lebih Bermakna
-
4 Rangkaian Skincare Praktis untuk Atasi Flek Hitam: Begini Kata Dokter
-
6 Sabun Cuci Muka Terbaik di Indomaret sesuai Review dan Harga
-
5 Serum dengan Bahan Pencerah, Ampuh Pudarkan Flek Hitam Rekomendasi Dokter Estetika
-
8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
-
Jejak Timur dalam Aroma Modern, Ketika Tradisi dan Inovasi Bertemu dalam Sebotol Parfum
-
Beda Kekayaan Taylor Swift dan Travis Kelce yang Menikah, Bak Gajah dan Semut
-
4 Bedak Padat yang Diklaim Tahan Lama 12 Jam, Bikin Makeup Flawless dan Bebas Kilap
-
Update Harga Emas Antam, SMG Gold, UBS dan Galeri24 Hari Ini: Mana Paling Murah?
-
Promo Indomaret Hemat Minggu Ini hingga 8 Juli 2026, Susu dan Detergen Banting Harga