Suara.com - Apakah Anda tergolong sering terserang penyakit setiap bulannya? Jika ya, coba tanyakan pada diri Anda, seberapa bahagia Anda dengan kehidupan yang kini dijalani? Pasalnya, sebuah studi terkini menemukan bahwa orang yang tidak bahagia lebih berisiko mengidap berbagai penyakit.
"Selama ini penyakit dianggap membawa ketidakbahagiaan pada hidup seseorang. Tapi faktanya ketidakbahagiaanlah yang membuat seseorang rentan mengidap berbagai penyakit," ujar peneliti utama Bette Liu dari University New South Wales di Australia.
Selain itu ia juga menemukan bahwa rasa tak bahagia membuat seseorang lebih cepat menghadapi kematian ketimbang mereka yang merasa bahagia dalam hidupnya.
"Kami menemukan efek dari ketidakbahagiaan atau stres pada kematian pada penelitian terhadap satu juta perempuan," ujar Liu.
Melalui penelitian ini Liu ingin menyoroti bahwa timbulnya penayakit tak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup, tetapi juga kesehatan mental yang menentukan seseorang bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya atau tidak.
"Tentu saja orang yang sakit cenderung tidak bahagia, tapi pernahkah mereka menyadari bahwa sakit yang mereka alami justru disebabkan, karena mereka kurang bahagia dalam hidup," tegas Liu.
Pada temuannya Liu juga mendapati bahwa orang yang memiliki kebiasaan merokok cenderung tak bahagia dalam hidupnya ketimbang non perokok, yang pada akhirnya meningkatkan risiko mereka dalam mengidap suatu penyakit. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat