Suara.com - Tanpa terasa hari raya Idul Fitri 1437 H sudah dalam hitungan hari. Saatnya bersiap untuk mudik, berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, dan bersuka cita merayakan kemenangan. Lebaran sangat erat kaitannya dengan kembali ke fitrah yang mempunyai arti kembali ke akidah yang lurus.
Layaknya memulai awal yang baru, bawalah harapan-harapan baru yang membuat Anda menjadi lebih baik dari sebelumnya. Salah satu yang jangan dilewatkan adalah mempunyai resolusi keuangan yang lebih baik lagi setelah Lebaran nanti.
Bagi Anda yang masih mempertimbangkan apa saja yang sebaiknya diperbaiki dan ditulis dalam daftar resolusi keuangan lebaran kali ini, Cermati telah merangkumnya ke dalam sebuah artikel. Mari simak pembahasannya berikut ini.
1. Memiliki Rencana Keuangan
Apa yang ingin Anda raih setelah Lebaran tahun ini? Apakah Anda ingin menikah, membeli rumah, mempunyai kendaraan pribadi, liburan ke luar negeri, atau mungkin menunggu buah hati Anda lahir?
Apapun yang ingin Anda dapatkan, sebaiknya Anda membuat sebuah rencana keuangan tertulis, lengkap dengan dana yang dibutuhkan untuk memenuhinya, serta target waktu perencanaannya.
Perhatikan juga inflasi yang akan terjadi di masa mendatang dalam membuat rencana keuangan tersebut. Sisihkan dana tambahan juga untuk membantu merealisasikan rencana di tahun-tahun berikutnya.
2. Hilangkan Utang
Sudah saatnya Anda menghapus kebiasaan berutang serta melepas segala utang yang ditagihkan pada Anda. Apalagi bagi Anda yang memiliki utang yang sifatnya konsumtif seperti utang kredit.
Jika Anda memiliki utang semacam itu, ada baiknya Anda memasukkan hal tersebut ke dalam daftar resolusi kali ini. Buat hal tersebut menjadi prioritas juga dalam rencana keuangan Anda.
3. Anggarkan Dana Darurat
Di kesempatan-kesempatan sebelumnya, di saat Anda harus menghadapi sebuah masalah yang sifatnya sangat mendesak, dan ketika itu Anda tidak memiliki dana "nganggur" yang bisa Anda gunakan, pasti membuat Anda kesal.
Untuk itu Anda sebaiknya menyiapkan dana darurat untuk keperluan seperti itu. Banyaknya dana untuk anggaran ini biasanya dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan. Biasanya jumlah yang disimpan adalah sebanyak 3-6 biaya pengeluaran bulanan.
Anda bisa menyisihkan penghasilan Anda 10% tiap bulannya, dan setelah terkumpul sebanyak 1-2 bulan pengeluaran, Anda bisa menurunkan angka tersebut menjadi 5%, dan 5% lagi bisa Anda gunakan untuk melakukan investasi.
4. Memiliki Asuransi
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya