Suara.com - Arus balik pemudik Lebaran 2016 mulai ramai melintas di Jalan Lintas Sumatera Bandarlampung menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan untuk selanjutnya menyeberang ke Pelabuhan Merak (Banten) menggunakan kapal feri.
Suasana sejumlah titik Jalinsum ruas Panjang-Rajabasa Bandarlampung, Jumat (8/7/2016) menunjukkan arus balik pemudik umumnya didominasi sepeda motor, namun mobil-mobil pribadi mulai ramai melintas. Sedangkan arus balik dari Pulau Jawa ke Sumatera belum ramai melintas di Jalinsum Bandarlampung.
Penumpang arus balik ini menyeberang Selat Sunda dari Merak ke Bakauheni, selanjutnya menempuh perjalanan darat ke daerah asalnya di Sumatera. Arus balik pemudik tujuan Jawa diperkirakan makin ramai pada Jumat sore.
Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari hingga malam (10/7/2016), mengingat PNS dan karyawan swasta mulai bekerja Senin (11/7/2016) usai liburan lebaran ini. Sementara arus balik pekerja sektor informal diperkirakan mencapai puncaknya pada Sabtu (16/7/2016).
PT ASDP Indonesia Ferry menyebutkan, jumlah penumpang yang diseberangkan dari Merak ke Bakauheni mulai H-12 hingga H-3 Lebaran 2016 mencapai 703.049 orang, sedangkan jumlah kendaraan roda dua dan empat sebanyak 221.097 unit. Kendaraan yang diseberangkan terdiri atas sepeda motor sebanyak 62.407 unit, mobil sebanyak 68.358 unit, dan kendaraan besar atau truk atau bus mencapai 90.332 unit.
Sedangkan di Pelabuhan Bakauheni hingga H-2, jumlah penumpang yang diseberangkan ke Pelabuhan Merak Banten mencapai 350.277 orang, sedangkan jumlah kendaraan total 62.469 unit yang terdiri atas sepeda motor sebanyak 7.008 unit, mobil 36.258 unit, bus atau kendaraan besar sebanyak 19.203.
Melihat perbandingan jumlah penumpang dan kendaraan yang timpang, kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Merak saat arus mudik, diperkirakan bakal terjadi lagi di Pelabuhan Bakauheni pada arus balik jika penanganannya tidak cermat dan efektif.
Pelabuhan Bakauheni tetap menjadi rute utama untuk menyeberang ke Pulau Jawa dan sebaliknya. Sebetulnya sudah tersedia jalur alternatif pelayaran tol laut yang menghubungkan Bandarlampung-Surabaya dan Bandarlampung-Jakarta melalui Pelabuhan Panjang di Kota Bandarlampung.
Upaya untuk memperlancar arus balik, di Pelabuhan Bakauheni akan dibuka 20 loket penjualan tiket, yakni 14 loket untuk penumpang pejalan kaki dan 6 loket untuk kendaraan.
Selain itu, PT ASDP Indonesia Ferry juga akan membuka loket penjualan tiket khusus kendaraan roda empat di Kota Kalianda, sekitar 30 km dari Pelabuhan Bakauheni. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas