Lifestyle / Relationship
Kamis, 02 Februari 2017 | 18:11 WIB
Human Papiloma Virus (HPV), virus penyebab kanker serviks. (shutterstock)

Suara.com - Jangan anggap remeh perdarahan yang terjadi ketika berhubungan seks. Pasalnya, menurut dr. Fara Vitrianti, SpOG(K)Onk, dari Rumah Sakit Siloam TB Simatupang, kondisi ini merupakan salah satu gejala kanker serviks.

"Jadi kalau ada perdarahan spontan usai berhubungan seks itu salah satu gejala kanker serviks. Karena kalau kanker, serviks rapuh, sehingga ketika tersentuh penis langsung terjadi pendarahan," ujar Fara pada peringatan Hari Kanker Sedunia di RS Siloam TB Simatupang, Kamis (2/2/2017).

Selain itu, Ia menambahkan, gejala yang dirasakan ketila mengidap kanker serviks adalah intensitas keputihan yang tinggi, gangguan berkemih, gangguan saat buang air besar, nyeri panggul dan penurunan berat badan secara drastis.

"Tapi gejala itu tidak akan muncul saat stadium dini. Di sini banyak kaum hawa yang lengah. Tahu-tahu datang sudah stadium lanjut karena merasakan gejala di atas," tambah dia.

Menurut Fara, penyebab kanker serviks adalah infeksi virus Human Papilloma Virus (HPV). Penularan virus HPV sendiri tak selalu disebabkan oleh hubungan seksual.

Namun, melalui aktivitas yang melibatkan kontak dengan alat kelamin yang terinfeksi virus HPV.

"Paling banyak memang melalui hubungan seksual dengan pasangan yang memiliki HPV, tapi bisa juga kita kontak dengan alat kelamin yang terinfeksi tanpa melalui hubungan seksual, misalnya tenaga medis di rumah sakit. Walau peluangnya sangat kecil," ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, Ia menambahkan, kaum hawa sebaiknya melakukan vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan pada anak-anak berusia 9-13 tahun, memiliki efektivitas yang paling optimal dalam memberikan perlindungan dari risiko kanker serviks.

"Vaksinasi memang mahal tapi worth it untuk mencegah kanker serviks. Karena kanker serviks ini prevalensinya cukup tinggi. Itulah mengapa ada pilot project vaksinasi pada anak SD yang kemarin jadi kontroversi, padahal ini niatnya bagus sekali melindungi generasi muda dari risiko kanker serviks," pungkas Fara.

Baca Juga: Kemenkes Uji Coba 3 Vaksin, Salah Satunya untuk Kanker Serviks

Load More