Suara.com - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan kementeriannya tengah mengujicoba 3 vaksin dasar. Vaksi ini akan diterapkan pada 2017. Namun masih dalam tahap uji coba guna mengoptimalkan kegunaan dan manfaat.
"Jadi diuji coba dulu. Yang untuk kanker serviks sudah diuji coba di Jakarta, kita lihat dulu," kata Nila usai rapat koordinasi di kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Jakarta, Selasa (17/1/2017).
Kemenkes masih menilai efektifitas vaksin yang dipilih dengan tingkat imunitas yang dihasilkan. Dia menjelaskan pemerintah menginginkan vaksin dengan efek imunitas yang maksimal.
"Karena ini menyangkut perhitungan biaya dan sebagainya, dan apakah betul nanti penyakitnya itu turun kita harus nilai semua," ucap Nila.
Kementerian Kesehatan juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam menyalurkan vaksin baru tersebut guna menghindari adanya praktik vaksin palsu seperti yang terungkap pada 2016.
Kementerian Kesehatan menambah tiga vaksin dasar mulai 2017 dalam rangka program nasional imunisasi dasar lengkap yaitu vaksin "Measles Rubella" (MR), "Pneumococcus", dan "Human papillomavirus" (HPV).
Vaksin Measles Rubela digunakan sebagai pengganti vaksin campak yang sudah diterapkan selama ini. Vaksin Pneumococcus bertujuan untuk pencegah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Sementara vaksin HPV digunakan untuk mencegah kanker serviks yang bisa divaksinasi pada anak-anak tanpa perlu menunggu dewasa. (Antara)
Baca Juga: Ahok Merasa Difitnah Isu Vaksin untuk Mandulkan Anak Pribumi
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh