Suara.com - Saat melintasi kawasan Glodok, Jakarta Barat, ada sebuah bangunan lama berlantai dua yang mencolok di persimpangan jalan. Papan nama didepannya menunjukkan bahwa bangunan tua tersebut kini bertranformasi sebagai sebuah restoran yang diberi nama Pantjoran Tea House.
Rasa penasaran yang tinggi membawa saya menuju restoran tersebut. Tepat di pintu masuk, ada beberapa teko dan gelas yang ditata diatas meja lengkap dengan secarik kertas bertuliskan 'Free Tea'. Ya, Anda yang secara kebetulan melintasi gerai ini bisa menikmati teh gratis yang disediakan Pantjoran Tea House.
Tak jauh dari meja teh gratis tersebut ada sebuah banner yang menceritakan sejarah pemberian teh gratis di gedung tersebut. Sebelum digunakan sebagai gerai makan, dahulunya gedung tersebut adalah apotek bernama Chung Hwa.
Bangunan ini berdiri pada 1928 yang menjadi ikon pintu masuk wilayah Pecinan Glodok. Jauh sebelum apotek berdiri, kawasan ini dulunya terkenal dengan sebutan Patekoan yang memiliki arti 'delapan teko'. Konon, ada seorang Kapten Tiongkok bernama Gan Djie yang memimpin kawasan ini.
Saat Ia memerintah, Djie dan istri sering menyajikan teh bagi orang yang lalu lalang di kantornya. Setiap hari ia selalu menaruh 8 teko teh di depan kantornya. Hal inilah yang masih diterapkan oleh Kedai Pantjoran Tea House untuk merawat sejarah.
Meski telah dipugar, restoran ini masih menyisakan gaya apotek yang memiliki ciri rak-rak kecil untuk menyimpan obat. Anda bisa menjumpainya di bagian kasir.
Sentuhan interior bernuansa oriental begitu lekat dengan kedai ini. Meja, kursi, pintu dan penyekat ruang didominasi oleh kayu. Untuk membuat bangunan ini lebih modern, bohlam gantung dipilih sebagai penambah pencahayaan.
Baca Juga: Awas! Perbaiki iPhone Sendiri Bakal Dituntut Apple
Meski berada di persimpangan jalan yang sibuk, berada di dalam ruangan ini terasa damai. Bunyi klakson atau raungan mesin kendaraan hampir tak terdengar.
Seperti namanya, menu teh menjadi primadona di gerai ini. Ada 12 jenis teh dari China, Jepang, Inggris bahkan Indonesia yang bisa Anda nikmati dalam keadaan panas atau dingin. Namun jangan kira makanan berat tak akan Anda jumpai disini karena menu makanan utama yang ditawarkan Pantjoran Tea House cukup bervariasi.
Menurut Septian, Captain dari Pantjoran Tea House, teh Genmaicha asal Jepang, dan teh Jasmine asal China paling menjadi favorit pengunjung. Berbagai jenis teh yang mereka tawarkan pun memiliki khasiat bagi kesehatan. Hal ini terlihat dari informasi sejarah teh dan manfaat kesehatan yang menghiasi beberpa dinding gerai ini.
Begitu Genmaicha terhidang, maka aroma pertama yang tercium adalah beras panggang. Ya, sepintas aroma ini akan sangat mengganggu bagi Anda yang baru pertama kali mencoba.
Namun ketika diteguk dan masuk ke kerongkongan, citarasa teh ini sungguh menyegarkan. Segelas teh Genmaicha dingin dibanderol Rp25 ribu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Lingkungan Kerja Nyaman Jadi Prioritas Baru Gen Z dan Milenial dalam Memilih Karier
-
7 Shio Paling Beruntung di Juli 2026, Cuan Melimpah!
-
Review Azzura Luminous Cushion: Harga Terjangkau, Wajah Glowing Instan
-
Rekomendasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte yang Tahan 20 Jam, Makan Ayam Geprek Tetap On!
-
Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna
-
5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review
-
Berawal dari Sekolah di Perbatasan, Inovasi Kulit Pisang Ini Kini Bawa Indonesia ke Kancah Global
-
5 Warna Lipstik yang Cocok untuk Wanita Usia 55 Tahun, Tampilan Lebih Fresh dan Anggun
-
5 Rangkaian Skincare Harian untuk Kulit Berjerawat Rekomendasi Dokter Estetika
-
Apa Merk Cushion yang Bagus? Ini 8 Rekomendasi yang Sudah BPOM