Raja Salman di Malaysia. (AFP)
Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdulaziz Al Saud mengunjungi Indonesia Rabu (1/3/2017). Selain bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Raja Salman juga akan berlibur ke PulaU Dewata.
Berbicara Raja Salman, ada satu hal yang mungkin jarang dilirik orang kebanyakan: Fesyen.
Seluruh Raja Arab hingga kini Raja Salman, terlihat selalu mengenakan fesyen serupa. Jubah panjang, yang dilengkapi dengan penutup kepala.
Dan fesyen tersebut diikuti oleh hampir seluruh kaum lelaki Arab Saudi.
Sebetulnya bagaimana sejarah fesyen Raja Arab?
Jubah panjang yang dikenakan Raja Arab bernama bisht. Jubah ini terbuat dari wol, kebanyakan berwarna putih dan krem.
Bisht berasal dari Persia. Awalnya dikenakan sebagai pakaian musim dingin oleh suku pedalaman.
Tapi kini, bisht menjadi tren baru. Sebuah tren untuk menunjukkan tingkat sosial individu di Arab. Orang-orang berpangkat tinggi, seperti raja, pejabat, pengusaha, selalu mengenakan bisht tiap harinya.
Sementara bisht juga kerap digunakan oleh lainnya untuk acara pernikahan, wisuda dan Idul Fitri.
Abu Salem, desainer terkenal di Arab Saudi mengatakan kalau bisht muncul saat saudagar Persia melakukan ibadah Haji.
"Kini daerah Al-Ahsa menjadi pusat bagi para penjahit terbaik bisht di Arab. Sudah 200 tahun lamanya, para penjahit secara turun temurun menjahit bisht kualitas terbaik," ujarnya.
Abu Salem memaparkan, ada tiga jenis bordir yang digunakan untuk membuat bisht. "Ada jahitan emas, perak dan sutra. Benangnya disebut zari, berwarna emas dan perak pada umumnya. Harganya bisa mencapai jutaan, tergantung kain, jahitan, warna dan model," ujar Abu Salem.
"Ada tiga jenis bisht utama, yaitu Darbeyah, Mekasar dan Tarkeeb," dia menambahkan.
Darbeyah adalah buatan tangan dengan bordir dan pola tradisional. Gayanya adaah persegi dan longgar. Mekasar juga dikenal sebagai Gasbi, memiliki bordir sutra di sepanjang tepi kain.
Adapun Tarkeeb berarti busana yang pas dengan tubuh, dan dibuat dengan bordir emas. "Membuat bisht diperlukan ketelitian dan keterampilan. Membutuhkan kesabaran juga waktu sangat lama, tergantung pada gaya dan desain. Satu penjahit membutuhkan waktu sekitar 80-120 jam untuk membuat bisht.
Ghutra
Selain bisht, Raja Arab juga mengenakan ghutra sebagai penutup kepala. Guthra merupakan penutup kepala tradisional yang berfungsi sebagai pelindung panas dari gurun dan terik matahari.
Ghutra memiliki igal, yang merupakan tali berwarna hitam. Fungsinya adalah untuk menahan ghutra agar tidak jatuh, saat seseorang berjalan.
Ghutra yang paling populer saat ini adalah berwarna merah dan putih dengan corak kotak-kotak.
Latar belakang Ghutra sejauh ini masih menjadi kontroversi. Sebagian menganggap ghutra telah dikenakan oleh masyarakat Arab kuno, lalu, sementara lainnya menganggap kemunculan ghutra sekitar 50 tahun lalu.
"Saya tidak pernah melihat orangtua pada 50 tahun lalu memakai ghutra. Ayah saya dan generasi sebelumnya pun tidak memakai ghutra," kata Saleh Al-Otaibi, seorang sejarawan.
"Dalam kata lain, ghutra baru muncul sekitar 50 tahun yang lalu," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa ghutra bukanlah bukanlah satu-satunya penutup kepala yang digunakan masyarakat Arab. "Ada beberapa tutup kepala berbeda yang dikenakan di sejumlah negara Arab. Ada kalansuwa, sorban, imamah dan keffiyeh," katanya.
Saat ini, selain ghutra, masyarakat Arab juga kerap mengenakan keffiyeh yang turut disebut shemagh. Warna keffiyeh yang paling umum adalah putih dengan igal hitam.
Hebatnya, ghutra dan keffiyeh tak cuma diminati masyarakat Arab. Masyarakat di berbagai negara juga sudah mengenakan ghutra dan keffiyeh sebagai tren baru. Sejumlah lelaki di Tokyo, Paris dan London banyak mengenakan ghutra dan keffiyeh dalam aktifitasnya sehari-hari.
"Bahkan sejumlah brand internasional juga telah membuat produk dengan motif ghutra dan keffiyeh. Sebut saja seperti Nike, Mitchell & Ness, New Era, Starter dan Jack & Jones," tuturnya. [arabnews]
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove
-
Bedak Padat Purbasari Bisa Dipakai untuk Umur Berapa? Lengkap dengan 4 Keunggulannya
-
Beda Cream, Liquid, dan Powder Blush: Kenali Tekstur, Hasil Akhir, dan Cara Pakainya
-
Instaperfect Cushion untuk Kulit Apa? Ini Varian, Manfaat, dan Kelebihannya Menurut Review