Suara.com - Buah plum dan tin mungkin masih sangat asing di telinga masyarakat Indonesia. Namun jika Anda adalah penggemar tanaman buah, tak ada salahnya untuk membeli dua jenis tanaman tersebut untuk dijadikan koleksi terbaru Anda.
Bila tertarik untuk membeli tanaman langka tersebut, Anda dapat membelinya di gerai milik Suhanda. Ya, penjual tanaman langka sekaligus peserta pameran Flona 2017 ini, menjajakan berbagai macam tanaman buah, mulai dari jenis tanaman buah yang sangat umum seperti mangga, hingga buah-buahan langka seperti plum, buni atau huni, sawo Meksiko dan buah tin.
"Tanaman buah-buahan langka juga banyak tersedia seperti lobi-lobi, pohon asam, pohon buah plum. Sebenarnya gampang (perawatan) tapi kebanyakan lama berbuah, karena tidak diperbanyak jadi lambat pembuahannya," ucap laki-laki yang sudah 17 tahun mengikuti berbagai macam ajang pameran flora tersebut.
Suhanda mengaku mendapatkan banyak bibit tanaman buah itu dari dalam dan luar negeri. Termasuk salah satunya, bibit tanaman dari Asia Barat, yaitu pohon buat tin.
"Buah tin ada yang dari Yordania atau Turki, macam-macam," ucapnya sambil menunjukkan tanaman penuh khasiat tersebut. Sayangnya, ketika ditemui Suara.com beberapa waktu lalu, semua bibit tanaman buah tin yang telah berbuah sudah laku terjual.
Meski tergolong tumbuhan impor, Suhanda menjamin jika pemeliharaan pohon tin sampai berbuah sangatlah mudah. "Asal terkena panas dan batangnya sudah mulai keras, dia akan keluar bunga. Kira-kira lima bulan setelah pembibitan," jelasnya merinci.
Suhanda menjual tanaman buah tin mulai dari harga Rp 50.000 hingga Rp 100ribu. "Khasiatnya sih banyak orang bilang buat kencing batu, asam urat, diabetes maag," imbuhnya.
Beberapa tumbuhan berbuah yang menjadi primadona dalam ajang pameran flora dan fauna yang berlokasi di Lapangan Banteng adalah pohon mangga, jambu air atau jambu biji hingga pohon kelengkeng. Harga setiap pohon yang sudah berbunga sendiri dipatok mulai dari harga Rp 500ribu sampai Rp 1juta.
"Pokoknya cara penyiraman harus diperhatikan jangan sampai kekurangan air. Tiap hari siram pagi dan sore, harus rutin," ucap Suhanda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga