Lelaki kerepotan baca ijab kabul. (Facebook)
Dalam pernikahan, ijab kabul merupakan momen paling krusial. Momen ini pasti dinanti-nantikan oleh pasangan pengantin serta seluruh keluarga dan sanak saudara yang menyaksikan.
Bahkan, dalam pengucapan ijab kabul, calon mempelai lelaki harus mengucapkan lafal yang jelas agar pernikahan tersebut dinilai sah.
Namun lelaki yang tampil dalam video berikut ini agak kurang mantap saat mengucapkan ijab kabul. Wajahnya terlihat tegang saat penghulu membacakan doa-doa sebelum mengawali ijab qabul.
Bahkan selama tangan kanannya masih dijabat oleh penghulu, wajahnya sama sekali tidak menyunggingkan senyum.
Sementara sang calon mempelai perempuan tampak tak berani mengangkat wajahnya. Dalam video yang diunggah akun facebook Paidjo ke grup Guyonan Jawa Timur ini, tibalah waktunya calon mempelai lelaki untuk mengucap ijab kabul.
Setelah disodorkan microphone oleh penghulu, calon mempelai lelaki pun langsung mengucapkan ijab kabulnya.
Namun ada kejadian tak terduga saat ia mengucapkan ijab kabul. Dirinya terlalu cepat dalam mengucapkannya sehingga perkataannya sulit dicerna.
"Saya terima nikah dan kawinnya Eni Hamdia binti Abdurohid ………dibayar tunai," ucapnya.
Kendati demikian, penghulu dan para saksi, mengatakan pernikahan ini sah. Alhasil si lelaki langsung tersenyum lega dan menengadahkan tangannya ke wajahnya, sedangkan calon mempelai perempuan ikut tersenyum.
Namun, sayangnya pernikahan tersebut dinilai tak sah oleh para warganet bahkan ada yang menertawainya.
"AKu ngakak," seru Penghianat Berkelas.
"Sumpah ora sah," tambah Rah Mat.
"SKS Sistem Kebut semalam," timpal Wes Nayu.
"Saya terima nikahnya uvuvwevwevwe onyetenyevwe ugwemubwem osas," canda Ferik Chipenk Iawanto.
Ada juga warganet yang mengatakan pernikahan itu sah.
"Santai aja... Akad nikahnya tetap SAH... Karena yang tidak jelas (!/$*''¿¿?"+) hanya pada penyebutan maharnya. Salah menyebutkan mahar dan bahkan tidak menyebutkan mahar sekalipun juga tetap SAH," tulis Badrul Arifin.
Hingga ini video tersebut menjadi viral dan mendapatkan reaksi lebih dari 9.600 warganet.
Berikut videonya:
Suara.com -
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Kenapa Jennifer Coppen Akad Nikah Pakai Binti Ibunya? Begini Hukumnya dalam Islam
-
Momen Akad El Rumi Jadi Sorotan, Apakah Ijab Kabul Harus Satu Tarikan Napas?
-
Akad Pakai Bahasa Arab tapi Tidak Paham Artinya, Apakah Nikahnya Sah?
-
Viral! Ijab Kabul Anti Tegang, Pengantin Ini Malah Tepuk Sakinah Bareng Penghulu
-
Viral Momen Unik Akad Nikah, Pasangan Ini Justru Asyik Tepuk Sakinah Bareng Penghulu
Terpopuler
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- Mitchell Baker Cetak 3 Gol dari 4 Laga Bakal Dipanggil John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026?
- Persib Bandung vs Seoul FC dan Melbourne Victory, Mariano Peralta Kirim Psywar
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Ujian Berat MBG: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
516 Korban Keracunan, Bupati Sidoarjo Ultimatum BGN Soal Perizinan: Ini Harus Tegas!
-
Kabar Gembira! Mulai 2027 Guru PPPK Paruh Waktu Resmi Diangkat Jadi Penuh Waktu
-
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Pajak Banjarmasin, Nama Adaro Ikut Terseret
Terkini
-
Kebakaran Hebat Landa TPA Putri Cempo Solo
-
Sopir Jasa Angkut Curiga Bau Menyengat, Dipaksa Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
-
Wakil Wali Kota Tangsel Ungkap Hibah KONI Rp12 Miliar Bermasalah
-
Pintas Ke Pelabuhan Ratu Lebih Cepat, Pemkab Bogor Lanjutkan Proyek Jalan Nanggung - Sukabumi
-
KPK Dalami Mekanisme Pemotongan Upah Pungut di Bogor
-
Memilih Desain Rumah yang Mengikuti Ritme Kehidupan Penghuninya
-
11 Tahun Buron, Tersangka Korupsi Bandara Melalan Ditangkap di Sulsel
-
MBG Berbahaya: Ketika Nasi, Tempe, dan Telur Berujung Keracunan Massal di Pesantren Sidoarjo
-
BREAKING NEWS! Kebakaran Hebat Terjadi di TPA Putri Cempo Solo
-
Habitat Ludes Terbakar! Karhutla Kalimantan Picu Risiko Konflik Satwa dengan Manusia