Suara.com - Eve Appeal meminta 1.000 lelaki untuk memberi label pada vagina dalam diagram yang menunjukkan vagina, vulva, leher rahim, ovarium, dan saluran telur dari tubuh perempuan. Dari 1.000 lelaki tersebut, 500 orang tidak mampu memberi label vagina dengan tepat dalam diagram itu.
Eve Appeal belum mengungkapkan usia lelaki yang mereka survei. Itu menimbulkan tanya, bisa jadi generasi muda lebih ahli mengetahui tentang vagina. Sementara itu, tahun lalu ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa 44 persen perempuan tidak tahu di mana vagina berada.
Penelitian ini telah diterbitkan oleh Eve Appeal sebagai bagian dari Bulan Kesadaran Kanker Ginekologi yang jatuh pada bulan September, untuk menunjukkan betapa sedikit dari kita yang mengetahui hal yang penting ketika berhubungan dengan kanker ginekologi.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, hasil jajak pendapat tersebut menemukan bahwa satu dari enam lelaki tidak tahu apa-apa tentang masalah ginekologi, dan merasa mereka tidak perlu tahu karena ini adalah "masalah perempuan".
Setengah dari lelaki yang disurvei mengatakan, mereka tidak akan merasa nyaman mengobrol tentang masalah ginekologi dengan pasangan mereka, dan banyak yang mengatakan bahwa mereka masih menganggap vagina sebagai "misteri yang terselubung".
Ini bukan hanya untuk kesenangan seksual yang membuat lelaki mengetahui seharusnya membuat perempuan orgasme, tapi juga untuk kesehatan seksual kita.
Bagi banyak perempuan, hanya lelaki yang tidur dengannya yang bisa berhubungan dengan vagina miliknya. Sehingga, kaum hawa baru akan pergi ke dokter jika ada yang tidak beres dengan organ genitalnya itu.
Satu dari lima perempuan yang disurvei mengatakan, mereka tidak akan pergi ke dokter jika mereka mengalami perdarahan vagina yang tidak normal, meskipun merupakan salah satu gejala utama kanker rahim, ovarium, serviks, dan vagina.
Setengah dari perempuan tidak akan pergi ke dokter umum untuk mendapatkan bantuan atas masalah organ intimnya, dan 15 persen tidak akan pergi ke dokter meskipun mereka menemukan adanya benjolan atau pertumbuhan di vagina mereka. Padahal, lebih dari 21 ribu perempuan didiagnosis menderita kanker ginekologi setiap tahunnya.
Baca Juga: Vagina Butuh Seks, Jika Tidak, Ini yang Akan Terjadi
"Hasil survei ini menunjukkan tingkat kesadaran yang rendah tentang gejala kanker ginekologi di antara lelaki dan perempuan," kata kepala eksekutif The Eve Appeal, Athena Lamnisos.
"Kami tahu permintaan tertinggi yang kami terima di The Eve Appeal dari lelaki, bahwa mereka dapat memainkan peran penting dalam mengidentifikasi gejala kanker ginekologi, yang mendorong rekan mereka untuk mengunjungi dokter ginekolog. Diagnosis dini benar-benar kunci, dan bisa menyelamatkan nyawa," sambungnya.
Dia juga memastikan, mengetahui letak vagina yang tepat dan bagian per bagiannya tidak hanya melulu soal seks.
"Ini bukan tentang hubungan seks yang lebih baik. Ini tentang lelaki yang membantu perempuan menjaga kesehatan mereka. Kesadaran ginekologi dan penghinaan tabu merupakan tanggung jawab kita, lelaki dan perempuan," tandasnya. (Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli
-
Bantu Pemulihan Gempa NTT, BRI Peduli Bangun Posko Logistik di Tiga Wilayah
-
Sejarah Pacu Jalur, dari Alat Transportasi hingga Perayaan Ultah Ratu Belanda
-
LG Perluas Pasar WashTower, Gandeng Dealer untuk Kenalkan Teknologi Mesin Cuci Berbasis AI
-
BRI Peduli Perkuat Penanganan Gempa NTT, Bangun Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Salurkan Bantuan dan Bangun Posko BRI Peduli Untuk Korban Gempa NTT