Suara.com - Sebuah penelitian menemukan bahwa orang-orang yang dilecehkan secara seksual oleh rekan kerja mereka berisiko mengalami gejala depresi yang lebih parah daripada mereka yang mengalami pelecehan oleh klien atau pelanggan.
Peneliti dari National Research Center for Work Environment (NRCWE) di Denmark menemukan bahwa dibandingkan dengan karyawan yang tidak mendapatkan pelecehan seksual, mereka yang dilecehkan oleh klien atau pelanggan mencetak 2,05 poin lebih tinggi pada Major Depression Inventory (MDI).
MDI adalah sebuah kuesioner mood self-report yang menghasilkan diagnosis depresi bersamaan dengan perkiraan tingkat keparahan pada gejala. Skor pada rentang MDI adalah dari 20 untuk depresi ringan sampai 30 atau lebih untuk depresi yang berat.
Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Public Health tersebut menyebutkan bahwa karyawan yang dilecehkan oleh rekan kerja, atasan atau bawahannya mencetak 2,45 poin lebih tinggi dibanding karyawan yang pernah mengalami pelecehan seksual oleh klien atau pelanggan.
Periset mencatat bahwa perempuan lebih mungkin menjadi korban daripada laki-laki, dengan 169 dari 4.116 perempuan melaporkan pelecehan seksual dilakukan oleh klien atau pelanggan dibandingkan dengan 11 dari 3.487 laki-laki.
Selain itu, 48 perempuan juga melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh rekan kerja dibandingkan dengan laki-laki yang hanya berjumlah 31 orang.
Peserta yang bekerja dalam bidang jasa dikatakan lebih sering mengalami pelecehan seksual oleh klien atau pelanggan atau sekitar 152 dari 2.191 (6,9 persen). Hal tersebut lebih tinggi dibanding peserta yang bekerja di kelompok pekerjaan lain seperti pendidikan, layanan atau pekerjaan industri, kata periset.
"Temuan kami menunjukkan bahwa pelecehan seksual dari klien atau pelanggan memiliki konsekuensi yang merugikan dan tidak boleh dinormalisasi atau diabaikan," kata Ida Elisabeth Huitfeldt Madsen dari NRCWE, dilansir Zeenews.
Dalam penelitian ini, lanjut dia, peneliti menemukan bahwa pelecehan seksual dari klien atau pelanggan --yang lebih umum daripada pelecehan dari karyawan lain, dikaitkan dengan peningkatan tingkat gejala depresi.
Hal ini penting karena beberapa tempat kerja, misalnya pekerjaan yang berhubungan dengan orang seperti pekerjaan jasa atau pekerjaan sosial, mungkin memiliki sikap yang menangani pelecehan seksual oleh klien atau pelanggan adalah 'bagian dari pekerjaan'.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
6 Shio Paling Beruntung di 28 Februari 2026, Ada Ayam hingga Babi
-
3 Cara Memakai Blush On agar Terlihat Muda dan Wajah Lebih Segar
-
THR Karyawan Swasta Kapan Cair? Begini Mekanisme dan Jadwal Pencairannya
-
3 Warna Lipstik yang Bikin Wajah Awet Muda dan Segar, Jangan Salah Pilih!
-
Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Berapa Besarannya?
-
Cara Tukar Uang Baru di Bank BRI untuk Lebaran 2026, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya
-
Berapa Zakat Mal yang Harus Dibayar? Ini Hitung-Hitungannya
-
Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Sajian Berbuka Puasa dengan Promo Pay 1 Get 2
-
Cara Daftar Tukar Uang Baru Online di HP Lewat PINTAR BI, Lengkap dengan Jadwalnya!
-
6 Pelembap Wardah yang Ampuh untuk Kulit Kering dan Kusam Usia Matang