Suara.com - THR Lebaran 2026 menjadi salah satu topik yang paling ramai dibahas menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada tanggal 20–21 Maret 2026. Diketahui, Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri sudah mulai menerima pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada Kamis, 26 Februari 2026 yang merupakan pekan pertama bulan Ramadan.
Tunjangan Hari Raya menjadi hak normatif bagi seluruh pekerja, tak hanya untuk PNS/ASN, namun juga bagi karyawan swasta. Lantas, THR Karyawan swasta kapan cair dan bagaimana cara menghitungnya?
Sebelum itu, mari pahami tentang THR, siapa saja yang berhak menerima dan mekanisme perhitungannya.
Apa Itu THR dan Siapa yang Berhak Menerima?
Tunjangan Hari Raya merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh pemberi kerja terhadap para pekerja menjelang hari raya keagamaan. Tak heran bila setiap tahunnya, pertanyaan seputar jadwal pencairan dan besaran THR selalu ramai diperbincangkan.
Faktanya, THR tak hanya sekadar bonus, namun kewajiban hukum yang telah diatur dalam regulasi ketenagakerjaan Indonesia. Baik itu perusahaan swasta ataupun pemerintah mempunyai aturan tersendiri tentang mekanisme pembayaran THR terhadap pekerja dan aparatur negara.
Adapun dasar hukum THR tertuang dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 yang mengatur Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Namun perlu diingat bahwa, tidak semua pekerja otomatis mendapat THR. Berikut ini adalah kategori penerima THR berdasarkan regulasi resminya:
- Pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) atau karyawan tetap
- Pekerja dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau karyawan kontrak
- Pekerja harian lepas
- PNS, ASN, CPNS, PPPK, TNI, dan Polri
- Pensiunan dan penerima tunjangan dari APBN/APBD
Syarat utama penerima THR yaitu pekerja yang mempunyai masa kerja minimal 1 bulan secara terus-menerus. Tak sampai di situ, hak atas THR tidak bisa ditiadakan lewat perjanjian kerja, peraturan perusahaan, ataupun perjanjian kerja bersama.
THR Karyawan Swasta Kapan Cair?
Baca Juga: Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
Bagi karyawan swasta, ketentuan terkait pembayaran THR telah diatur dalam Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021. Perusahaan wajib membayar THR secara penuh dan tidak boleh dicicil. Perusahaan pun dilarang mencicil atau menunda pembayaran THR dengan alasan apapun.
Pembayaran THR bagi karyawan swasta paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Jika Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal 20-21 Maret 2026, maka batas akhir pembayaran THR bagi karyawan swasta yaitu sekitar tanggal 15-14 Maret 2026.
Karena adanya perbedaan penetapan awal puasa, beberapa pihak pun juga memperkirakan Idul Fitri 2026 jatuh pada 20-22 Maret 2026, yang artinya batas akhir pencairan THR karyawan swasta yaitu sekitar 13-15 Maret 2026.
Cara Hitung THR 2026 Karyawan Swasta
Perhitungan THR bagi karyawan swasta berlandaskan pada masa kerja serta komponen upah. Menariknya, rumus perhitungan THR ini cukup sederhana dan bisa dihitung sendiri. Komponen upah swasta yang jadi dasar perhitungan antara lain upah pokok ditambah dengan tunjangan tetap, atau upah bersih bila menerapkan sistem upah tunggal.
Rumus THR untuk Masa Kerja 12 Bulan atau Lebih
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Penjualan Mobil Niaga Ringan Melonjak, Gaikindo Akui Kontribusi MBG
-
Geledah Rumah Bupati Sukoharjo, KPK Amankan Uang Hingga Perhiasan
-
Siap-Siap! Pemkab Bekasi Gelar Operasi Pajak Gabungan di Tambun Utara, Blokir STNK Penunggak?
-
ENHYPEN Hadiri Panel Vampir di San Diego Comic-Con 2026 Lewat DARK MOON
-
Parpol Tak Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Diusulkan Didiskualifikasi
-
Guncang Malaysia! Konser Peterpan The Journey Continues Sukses Obati Rindu Ribuan Fans
-
Serum Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 3 Rekomendasi Terbaik sesuai Review dan Harga
-
Proyek PSEL Kayumanis Terancam Cacat Hukum, DPRD Kota Bogor Ingatkan Pemkot Jangan Asal Tabrak Perda
-
Pajak 0 Persen di PFII Akan Berlaku Setengah Abad
-
Pelatih Inggris Pernah Sebut Argentina 'Binatang' karena Main Kasar