Suasana kuliner kaki lima di Green Pramuka Square (istimewa)
Tempat makan kaki lima selalu punya daya tarik bagi pecinta kuliner. Tak heran, jika di manapun berada, tempat makan yang dikenal murah meriah ini selalu ramai pengunjung. Tak terkecuali di kawasan Green Pramuka Square, Jakarta.
Kini, kata General Manager Green Pramuka Square Liza Monalisa, pihaknya telah menyiapkan tempat yang terintegrasi untuk sajian kuliner di lingkungan Green Pramuka Square. Bahkan, pengunjung bisa menikmati ragam makanan sepanjang hari mulai pukul 06.00 sampai malam jam 24.00 WIB.
"Pada pagi jam 06.00-10.00 sebelum gerai makanan Green Pramuka Square buka, pedagang kuliner kaki lima sudah menyediakan beragam sajian sarapan. Mulai dari kudapan ringan hingga yang agak berat seperti nasi pecel, nasi uduk, lontong sayur, bubur Manado, soto ayam hingga mie ayam," kata Liza melalui siaran pers yang diterima Suara.com, Kamis (18/1/2018).
Selanjutnya, ketika mal mulai buka pada jam 10.00 hingga jam 22.00 WIB tersedia beragam makanan yang ditawarkan tenant mal dan food court. Kemudian, lanjut dia, ketika mal tutup, street food kembali hadir dengan sajian seperti sate Padang, angkringan, hingga nasi goreng kepiting.
Upaya yang dilakukan Green Pramuka City ini, kata Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin, menjadi wujud nyata kepatuhan terhadap Peraturan Gubernur No 10 Tahun 2015 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL, penataan PKL dan UKM dapat menggunakan lahan swasta, termasuk pusat perbelanjaan dan perkantoran.
"Selama ini para pengelola mal dan apartemen di Jakarta cenderung enggan berbagi tempat dengan para PKL dengan berbagai alasan. Jika kemudian menyediakan tempat, dilakukan dengan menetapkan tarif yang tinggi. Kami justru sebaliknya, para PKL kami ajak untuk masuk ke lingkungan hunian," ujar Jeffry.
Dengan adanya sajian kuliner hampir 24 jam ini, membuat para pengunjung semakin mudah mencari beragam makanan sesuai selera, mulai sarapan pagi, makan siang sampai jajanan malam. Bahkan bisa dikatakan bahwa kuliner Green Pramuka City kini menjadi salah satu pusat kuliner di Jakarta Pusat.
Komentar
Berita Terkait
-
Menelusuri Jejak Pecel dalam Buku Katjang Tjina dalam Kuliner Nusantara
-
Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali
-
Dicelup Saus Lumer, Alasan Ayam Goreng Krispi Ini Jadi Street Food Favorit
-
Mampir ke Warung Brodin Nganjuk: Menu Beragam, Rasa Tak Asal-asalan
-
Jakarta dalam Sepiring Cerita Kuliner di Buku 'Jakarta A Dining History'
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
Terkini
-
7 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan FH UI: 16 'Bukan Mahasiswa Biasa' Terlibat Skandal WAG dan Line
-
5 Sepeda Gunung Lokal Kualitas Internasional yang Tahan Banting dan Serbaguna
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat Murah Berkualitas, Mulai Rp800 Ribuan
-
5 Physical Sunscreen Jepang Terbaik, Andalan untuk Cuaca Panas
-
Berapa Biaya Kuliah FH UI? 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual Terancam di-DO
-
Anak TK dan PAUD Kini Dapat PIP 2026, Ini Besaran Bantuan dan Cara Mengeceknya
-
6 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI, 16 Pelaku Bakal di-DO?
-
7 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kulit Sawo Matang, Ini Shadenya
-
10 Jam Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Disidang Massal, Ada Live TikTok-nya
-
Geger Pelecehan Seksual FH UI, Respons Grup WhatsApp Orang Tua Mahasiswa Jadi Sorotan