- Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengajaran bahasa Prancis di seluruh sekolah Indonesia.
- Hal ini diungkap saat kunjungan kenegaraan Prabowo ke Paris pada 28 Mei 2026.
- Kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya saing global siswa Indonesia melalui penguasaan bahasa internasional di sektor diplomasi, sains, dan investasi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan kebijakan ambisius di bidang pendidikan. Dalam kunjungan kenegaraan ke Paris, Prancis pada 28 Mei 2026, Prabowo menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan agar bahasa Prancis diajarkan di semua tingkatan sekolah di Indonesia.
Pernyataan Prabowo langsung menuai pro dan kontra. Tak heran banyak yang bertanya-tanya Prabowo bisa berapa bahasa hingga apakah presiden RI ke-8 ini bisa bahasa Prancis.
Ternyata, Prabowo Subianto disebut-sebut mampu berbicara dalam setidaknya enam hingga tujuh bahasa dengan tingkat kefasihan yang berbeda.
Selain bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, ia fasih berbahasa Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, serta dialek Banyumasan dari bahasa Jawa.
Prabowo juga memiliki kemampuan terbatas dalam bahasa Arab yang dipelajari selama bertugas di Yordania.
Latar belakang keluarga dan karir militer Prabowo sangat memengaruhi kemampuannya berbahasa. Putra dari ekonom terkemuka Sumitro Djojohadikusumo ini menghabiskan masa mudanya di Eropa dan menjalani pelatihan militer di Amerika Serikat.
Pengalaman internasional tersebut membentuknya menjadi pemimpin yang nyaman berinteraksi di panggung global tanpa bergantung pada penerjemah.
Kini, kemampuan berbahasa Prancis Prabowo bukan hanya menjadi kelebihan pribadi, melainkan juga inspirasi kebijakan nasional.
Mengapa Bahasa Prancis?
Prancis merupakan salah satu bahasa paling berpengaruh di dunia. Bahasa ini menjadi bahasa resmi di 29 negara, termasuk organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan UNESCO.
Baca Juga: Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu
Di bidang diplomasi, sains, mode, kuliner, dan seni, bahasa Prancis masih mendominasi.
Bagi Indonesia, memperkuat hubungan dengan Prancis berarti membuka peluang kerjasama di bidang pertahanan, teknologi, pendidikan tinggi, dan investasi.
Kebijakan ini sejalan dengan visi Prabowo sebelumnya yang juga mendorong bahasa Portugis sebagai prioritas setelah bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Bahasa asing lain yang sudah menjadi prioritas antara lain Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Jerman, dan Rusia. Pendekatan ini menunjukkan strategi “multilingualisme” untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia menghadapi persaingan global.
Tantangan dan Peluang Belajar Bahasa Prancis
Meski ambisius, kebijakan wajib belajar bahasa Prancis tentu menghadapi tantangan besar. Indonesia memiliki lebih dari 270 juta penduduk dengan ribuan pulau dan ratusan bahasa daerah.
Ketersediaan guru bahasa Prancis yang kompeten masih terbatas, terutama di daerah terpencil. Kurikulum yang padat juga berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi siswa dan guru.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan
-
Komjak Wanti-wanti Jaksa di Kasus Febrie Adriansyah, Jangan Lembek Meski Lawan Kolega
-
Tegas! UAD Berhentikan Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual di Lokasi KKN
-
Minyak Sawit Jadi Primadona Ekspor Riau, Tiongkok Peminat Terbesar
-
Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
50 Tahun Menanti, Warga Bumi Tridharma Jaksel Akhirnya Dapat Titik Terang Sertifikat Tanah
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini