Suara.com - Sebuah aplikasi kencan khusus untuk transgender telah diluncurkan di Inggris baru-baru ini. Aplikasi yang bernama Transdr ini disebut-sebut sebagai jawaban bagi mereka yang telah didiskriminasi dari aplikasi kencan yang sudah ada sebelumnya.
Co-founder Sean Kennedy mendeskripsikan aplikasi ini sebagai 'tempat baru untuk orang-orang transgender yang mencari hubungan serius'.
Kennedy terinspirasi untuk meluncurkan aplikasi ini setelah Tinder dituduh melarang wanita transgender menggunakan aplikasinya. Padahal, dalam keterangan tertulis dinyatakan bahwa "Tinder tidak melarang karena jenis kelamin", dan menambahkan bahwa ia menawarkan 37 opsi identitas gender untuk para pengguna di AS.
Kennedy menemukan bahwa aplikasi kencan yang ada saat ini tidak menguntungkan bagi orang-orang transgender, bahkan setelah Tinder menambahkan 'transgender' ke dalam opsi jenis kelamin.
"Kehidupan sangat sulit bagi transgender karena mereka harus mengatasi stigma sosial," kata Kennedy.
“Saat berkencan, itu menjadi lebih sulit bagi mereka. Mereka membutuhkan tempat yang nyaman untuk bertemu dan berkencan dengan transgender lainnya tanpa penghakiman. Jadi, kami menciptakan Transdr, sebuah alternatif Tinder untuk komunitas transgender,” katanya seperti dilansir The Independent.
Cara kerja aplikasi ini mirip dengan Tinder, yang memungkinkan pengguna untuk mengecek profil para pengguna, menentukan kecocokan, dan akhirnya melakukan percakapan.
Pengguna juga dapat mempersempit preferensi mereka melalui fitur pencarian, yang memungkinkan mereka untuk menemukan pengguna baru yang mungkin lebih sesuai dengan mereka.
Transdr bukan aplikasi pertama yang diluncurkan khusus untuk orang-orang transgender. Sebelumnya, ada Teadate dan Thurst yang telah diluncurkan oleh pengembang di AS, meski Thurst sendiri belum diluncurkan secara online.
Baca Juga: Chat Mesra Suami dengan Perempuan Lain, Ini Kata Jennifer Dunn
Selain aplikasi kencan untuk para transgender, ada pula aplikasi kencan untuk berbagai kelompok orang spesifik lainnya, seperti Wooplus untuk orang-orang berukuran plus dan JSwipe untuk orang-orang Yahudi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kemarau Panjang, 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terancam Gagal Panen
-
5 Rekomendasi Bedak Waterproof dan Sweatproof untuk Olahraga dan Gym
-
Sony Xperia 10 VIII Muncul di Geekbench: Chipset Lama, Pesona Tetap Menyala
-
Lonjakan 1.104 Titik Panas di Sumatera: Riau 97 Hotspot, Sumsel Terbanyak
-
Enrekang Paling Parah! Ini Fakta-fakta 112 Kasus Karhutla Ludeskan Hutan Sulawesi Selatan
-
Naik KRL Hingga Shuttle Gratis, Ini Akses Mudah ke BNI wondrX 2026
-
3 Fitur Tersembunyi Camera Assistant untuk Maksimalkan Kamera Galaxy A57 5G dan A37 5G
-
Direktur Perusahaan Buronan Korupsi Bank Sulselbar Ditangkap di Jakarta
-
Dekonstruksi Buddy-Cop yang Segar dan Nyeleneh dalam Film 'The Nice Guys'
-
Jangan Paksa Tubuhmu: Mengenal Pentingnya Recovery Day dalam Rutinitas Olahraga