Suara.com - Setiap kota punya sesuatu yang khas, yang bisa dibeli oleh para pelancong sebagai oleh-oleh, termasuk kota Makassar yang terletak di Sulawesi Selatan. Terlebih, kota yang terkenal dengan Pantai Losari-nya ini memang terkenal dengan ragam kulinernya yang lezat.
Nah jika Anda mengunjungi Makassar dan sedang mencari inspirasi untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh, inilah beberapa pilihan yang telah dirangkum oleh Suara.com.
1. Minyak Gosok Cap Tawon
Makassar memang terkenal dengan produksi minyak gosoknya. Di sini berdiri PT Tawon Jaya Makassar yang memproduksi minyak gosok yang kerap digunakan sebagai minyak urut atau mengobati gatal karena gigitan serangga. Ada dua varian minyak gosok Cap Tawon yang dibedakan berdasarkan warna tutup botolnya, yaitu yang bertutup merah dengan harga lebih murah dan menawarkan standar kehangatan yang lebih ringan, serta tutup botol putih yang terkenal panas.
2. Otak-Otak
Sebagai daerah penghasil ikan, Makassar terkenal dengan kuliner otak-otaknya yang khas. Otak-otak di Makassar tidak melalui proses pembakaran, sehingga teksturnya lebih lembut dan tidak kering. Di Makassar, otak-otak paling terkenal dijual oleh Ibu Elly, dengan harga Rp 7.000 per buahnya.
3. Kopi Toraja
Bagi Anda penikmat kopi, membawa kopi toraja langsung dari asalnya adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan. Ada banyak tempat yang menjual oleh-oleh kopi Toraja di Makassar, mulai dari jenis Arabica, Robusta, atau campuran keduanya.
4. Kacang Disko
Mungkin camilan satu ini akan mengingatkan Anda dengan camilan serupa dari Pulau Dewata Bali. Ya, secara tampilan memang mirip, namun kacang disko Makassar lebih gurih dan tidak pedas seperti kacang disko Bali.
5. Sirup DHT
Sirup berwarna merah ini merupakan pelengkap es pisang ijo yang merupakan jajanan khas dari Makassar. Nah, jika Anda tertarik untuk membuat sendiri es pisang ijo, tak ada salahnya membawa sirup DHT ini sebagai oleh-oleh.
Baca Juga: Jokowi: Negara dan Rakyat Tak Pernah Bernegosiasi dengan Teroris
6. Jalangkote
Sekilas, jajanan ini mirip dengan pastel. Namun, kulit pastel lebih tebal dibandingkan dengan jalangkote. Sebagai isiannya, jalangkote dipenuhi dengan daging cincang yang ditumis bersama potongan ubi jalar putih yang dipotong kecil berbentuk dadu, serta toge.
Meski tergolong kue basah, jalangkote bisa Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh, yakni dengan meminta yang setengah matang karena bisa awet hingga 7 hari. Toko Jalangkote yang terkenal enak di Makassar adalah Jalangkote Lasingrang by Nyonya Lily Montolalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan