Lifestyle / Food & Travel
Kamis, 07 Juni 2018 | 09:58 WIB
Ilustrasi sup kacang hijau dengan daging dan rempah [Shutterstock]

2. Aneka menu kepiting, Comal, Jawa Tengah

Foto: ilustrasi hidangan kepiting [Shutterstock]

Dari penjelajahan ke luar Jawa Barat dan Jawa Tengah menuju kota besar Semarang serta kota-kota pendukung di dekat ruas Pantura (Pantai Utara) Jawa seperti Batang, Pekalongan, dan Brebes, Anda akan menjumpai kota kecil Comal di Pemalang.

Kurun 10 tahun terakhir, kota ini tumbuh menjadi salah satu destinasi kuliner. Khususnya seafood, dengan kepiting budidaya dan tangkapan laut sebagai andalannya.

Karena kepiting berada dalam kondisi segar, maka diolah menjadi bermacam menu pun akan menghasilkan daging yang gempi (sangat berdaging dengan tekstur tebal, mudah rontok) dan sedikit manis khas laut.

Favorit pengunjung antara lain adalah kepiting saus lada hitam, kepiting saus padang,  kepiting asam manis, serta kepiting goreng telur. Seluruhnya disajikan lengkap dengan cangkang, serta alat bantu tang. 

3. Nasi pindang, Kudus, Jawa Tengah

Baca Juga: 3 Mahasiswa ITB Ciptakan Alat Pendeteksi Kecurangan Ujian

Foto: Nasi pindang [Suara.com/Dinda]

Sekilas tampilannya mirip dengan nasi gandul khas Pati (juga di Jawa Tengah, dengan lokasi kota tidak jauh satu sama lain, kurang dari 30 kilometer).  Yang membedakan adalah, nasi pindang menggunakan tambahan daun so (melinjo) sementara nasi gandul tidak.

Keunikan dari hidangan ini, bahan utama nasi pindang adalah daging kerbau dan bukannya sapi. Sehingga pendampingnya juga sate kerbau. Namun kini tersedia dalam versi daging sapi pula.

Penggunaan daging kerbau tadi berangkat dari masa penyebaran Islam di Tanah Jawa. Para Sunan (Wali Songo) mengajak para pemeluk Islam untuk bertoleransi dengan warga dan para pemuka agama Hindu, dan salah satu perwujudannya adalah mengganti semua menu daging sapi (identik sebagai satwa suci mereka) dengan kerbau.

4. Soto Lamongan dan Soto Ambengan, Jawa Timur

Foto:  Soto Ambengan [resepkoki.id]

Soto menjadi salah satu hidangan terpopuler, terlaris, sekaligus paling hits dan nostalgia buat para pemudik.

Bayangkan, di sepanjang Pulau Jawa ada berapa macam soto bisa kita temui? Mulai tauto asal Pekalongan (soto bumbu tauco), soto dari Kudus, soto bening milik Solo dan Yogyakarta, sampai dua soto andalan Jawa Timur, Lamongan dan Ambengan Surabaya.

Bila sudah mengarah ke Jawa Timur, soto asal Lamongan dan Ambengan patut dicoba. Hangat, menyegarkan, serta memiliki kekhasan masing-masing.

Kuah soto lamongan memiliki rasa gurih yang khas, karena menyertakan fillet ikan bandeng dalam bumbunya. Terkadang ikut disuwir kecil-kecil saat dihidangkan.  Ini "temuan rahasia" yang mungkin belum familiar bagi warga non Jawa Timur.

Sedangkan soto Ambengan, rasa gurih kuahnya hadir dari koyah,  yaitu kerupuk udang ditumbuk halus bersama bawang putih goreng. Fungsinya juga semacam pengental, sehingga kuah tidak lagi bening dan bertekstur khas di lidah.

5. Nasi Jamblang, Cirebon, Jawa Barat perbatasan Jawa Tengah

Foto: Nasi Jamblang di Cirebon [Suara.com/Firsta Nodia]

Tampilan paling khas dari resto, kedai, atau warung penjaja nasi jamblang adalah nasi putih sekepal yang dibungkus daun jati (atau disebut juga jamblang) lalu disusun rapi di meja.

Sesudahnya adalah sederet lauk pendamping, seperti sambal goreng ati, cumi tumis tinta yang menghasilkan saus hitam lagi gurih, kering tempe, satu jeroan ayam dan telur puyuh, bacem tahu tempe, ayam goreng, ayam pedas, tumis sayuran, sambal terasi, serta masih banyak lagi.

Selain dijajakan di tempat tertutup, pada malam hari nasi jamblang bisa dijumpai di jalan raya utama dalam kota Cirebon. Bila tidak sulit mencari parkir, inilah wisata kuliner paten, karena sembari duduk dan bersantap, kita bisa mengobrol dengan penjaja serta pembeli lainnya.

Load More