Suara.com - Belajar agama tak melulu di dalam rumah ibadah atau ruang belajar. Belajar agama bisa dilakukan di atas gunung, di dalam hutan, hingga di antara dua bukit.
Hal tersebut diungkapkan oleh pendiri komunitas Green Zone Life is Action kepada Suara.com, Miftah Jejak. Miftah mendirikan komunitas Green Zone pada 2011, di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Dasar pembentukan komunitas itu, kata Miftah, adalah rasa prihatin dirinya yang melihat remaja 'nongkrong tak jelas' dan jauh dari kegiatan positif.
"Kalau pemuda masjid atau pemuda gereja, ya itu sudahlah, pasti diajari hal-hal baik. Tapi kalau anak yang nongkrong-nongkrong itu, tanggung jawab siapa?," kata Miftah, saat ditemui Suara.com, di kediamannya, Bogor, beberapa waktu lalu.
Miftah berusaha merangkul remaja-remaja di sekitar wilayahnya untuk ikut dalam kegiatan positif, seperti naik gunung hingga mencari curug.
"Memang awal pembentukan belum bisa merangkul mereka (anak nongkrong), tapi jaringan kami ini menjadi luas dan dari sana bisa masuk," katanya.
Agenda pertama yang digelar oleh komunitas Green Zone adalah mengeksplorasi curug di kawasan Sukamakmur, Jonggol. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 55 peserta dan berhasil dilaksanakan dengan sempurna.
Acara-acara berikutnya, Miftah dan para anggota mencoba mengeksplor alam lebih luas lagi, seperti naik ke Gunung Gede, Gunung Slamet, hingga mengitari bukit di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Lewat kegiatan alam tersebut, Miftah mencoba menjejali anggota komunitas dengan ilmu agama yang bermanfaat.
"Komunitas ini memang mengutamakan nilai relijius. Kita belajar bagaimana salat di gunung atau belajar tayamum saat tidak ada air. Jadi, agama itu ada di mana-mana. Bukan di rumah ibadah saja," kata Miftah.
Meski menjunjung tinggi nilai Islam dalam komunitasnya, Miftah membuka kegiatan Green Zone bagi semua agama. Bahkan di beberapa kegiatan, anggota komunitas dari agama selain Islam juga kerap ikut bergabung.
Kata Miftah, tujuan utama dari komunitas ini adalah anggota mampu memiliki mimpi yang positif.
"Maka mimpi ini diwujudkan dengan mengarahkan anak-anak pada hal-hal baik untuk dirinya maupun orang lain."
Bukan hanya tentang alam dan nilai-nilai relijius, komunitas Green Zone juga ikut terjun langsung dalam dunia kerelawanan dan sumbangan bagi sesama lewat biro Charity yang dibentuk oleh Green Zone.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
Terkini
-
Rekam Jejak Samin Tan, Pengusaha yang Terjerat Kasus Korupsi BBM PT PPN
-
Sekilas Mirip, Ini Perbedaan Sepeda Hybrid vs Gravel yang Perlu Diketahui Sebelum Beli
-
3 Foundation Murah tapi Bagus Menurut Review Pengguna, Mulai Rp9 Ribuan Saja
-
4 Sepatu Lari Ortuseight Terlaris di Shopee, Begini Review Pembeli dan Harga Terbarunya
-
Happy Salma Siapanya Nadiem Makarim? Ikut Menangis Dengar Vonis 10 Tahun
-
8 Merk Tas Sekolah Anak Laki-Laki Branded Berkualitas, Dijamin Awet Bertahun-Tahun
-
Sunscreen yang Memutihkan Wajah Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
-
5 Rekomendasi Sleeping Mask Lokal, Bangun Tidur Wajah Auto Lembap dan Cerah
-
6 Sepatu Skechers Hitam dengan Review Bintang 5, Ringan dan Nyaman Buat Sekolah atau Olahraga
-
Beda Acne Lotion dan Acne Gel Viva, Kenali Fungsi serta Cara Pakainya sebelum Beli