Suara.com - Kekayaan warisan nusantara merupakan harta yang paling berharga bagi Indonesia. Di antara banyaknya warisan nusantara, batik, tenun, dan mutiara menjadi warisan yang bernilai tinggi dan banyak diminati.
Bagi Anda pencinta batik, tenun, dan mutiara nusantara sebentar lagi akan dimanjakan dengan pameran besar yang memamerkan tiga warisan nusantara itu secara eksklusif.
Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, selama empat hari, mulai dari 22-25 November 2018 akan digelar pameran bertajuk Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan).
“Wasiat adalah suatu tradisi yang mengakar dalam sejarah. Penulisan wasiat tidak hanya sekadar bermakna penyampaian pesan tetapi juga sebagai penghubung lintas generasi dan peralihan peradaban. Wasiat Agung Negeri Nusantara (Warisan) adalah suatu kegiatan pameran eksklusif yang akan dilaksanakan untuk ketiga kalinya,” ujar Bramantyo selaku Komisaris Utama Mediatama Binakreasi saat ditemui Suara.com di Galeri Indonesia Kaya, Kamis (15/11/2018).
Ia menjelaskan pada tahun ketiga penyelenggaraan, pameran kali ini mengangkat tema Citra Bahtera Nusantara. Menampilkan 3 wasiat Indonesia, yaitu batik, tenun dan mutiara. Secara khusus pameran Warisan bertujuan untuk menjaga seni dan budaya bangsa juga sebagai apresiasi kepada pembatik, penenun, pemerhati, pengrajin, dan pengusaha batik, tenun, dan mutiara.
“Wasiat akan menampilkan 120 stand dengan produk batik, tenun, dan mutiara yang berkelas dan bergaransi serta dijamin keasliannya. Batik yang akan ditampilkan hanyalah batik dari hasil penggunaan malam panas 100 persen asli dengan aplikasi batik tulis, batik cap, atau batik kombinasi (tulis dan cap),” sambungnya.
Selain itu, menghadirkan pula hasil karya tenun NTT yang terkenal serta tenun songket yang mewah dari Palembang. Tidak lupa juga, hanya mutiara yang berasal dari laut Indonesia saja yang akan ditampilkan pada pameran tersebut, pastinya asli dan bersertifikat. Produk yang akan dipamerkan di pameran warisan akan melalui proses kurasi yang dilakukan oleh tim curator yang terdiri dari 5 orang.
“Pameran ini menjadi ajang promosi bagi para pengrajin batik, tenun, dan mutiara eksklusif di nusantara dengan menyuguhkan pelayanan prima baik untuk peserta maupun pengunjung, menjamin keaslian dan kemurnian batik, tenun, dan mutiara Indonesia serta membantu kelangsungan seni batik,” tukasnya.
Baca Juga: Sendu Nurhayati Meratap di Sisi Peti Mati Gaban Nainggolan
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan