Suara.com - Kartunis di Semarang berupaya ikut dalam mengawal penyelengaraan Pemilu 2018, mereka berusaha menjadi 'panitia pengawas' dunia politik lewat satiran ide dan kritik dalam karya karikatur.
Ada sekitar seratus karya karikatur yang terpajang di lobi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah. Berusaha mengawasi dengan menyindir dalam kelucuan. Hal-hal yang serius dan rumit soal Pemilu pun mampu dijelaskan dengan gambar kartun secara sederhana.
Seperti karya kartunis Suratno, guru seni sebuah sekolah SMP di Kota Semarang, menyatir horornya Pemilu dengan kartun lima buah batu nisan. Di atas nisan itu tampak ada tikus yang sedang berpesta.
Ada yang berjingkrak-jingkrak, ada yang bawa gepokan uang, ada yang menuding sambil menjulurkan lidahnya.
Batu nisan itu tertulis nama beberapa kata yang sangat akrab di telinga menjelang Pemilu 2019. Masing-masing nisan itu bertuliskan fitnah, money politik, kampanye hitam, ujaran kebencian, dan SARA.
Cukup menggelikan satu batu nisan paling ujung kiri dalam karikatur bertuliskan nama 'hoaks', lahir : menjelang pemilu, wafat : setelah pemilu.
Ada pula karya kartunis Djoko Susilo. Ia menggambar seorang politikus yang muncul dari kotak suara sambil membawa alat pengeras suara megaphone.
Politikus ini tampak berkampanye. Tapi di mega phone itu tertulis 'hoax'. Dibawahnya ada seorang yang membawa alat teropong jarak jauh. Di belakangnya tampak ada seorang anak kecil seolah meminta agar politikus tersebut selalu diawasi.
Selain itu, ada juga dua peserta kartunis dari difabel. Dia menggambar seorang difabel yang hendak mau datang ke TPS. Tampak seorang yang duduk diatas kursi roda masuk ke dalam bilik suara untuk menggunakan hak pilihnya.
Baca Juga: So Sweet, Azka Corbuzier Bikin Kejutan untuk ART Tengah Malam
Karya-karya lain menyatir berbagai peristiwa dalam pemilu. Mulai dari soal bahaya politik uang, pertarungan elit politik yang tiada akhir, kebingungan pemilih menentukan pilihan, dan lain sebagainya.
"Lewat karikatur hal-hal yang serius dan rumit bisa dijelaskan dengan gambar secara sederhana. Kartun berbeda dengan lukisan. Kartun mengandung kritik sosial," kata kartunis senior Jitet Kustana.
Anggota Bawaslu Jateng Rofiudin menambahkan, lewat simbol kritik dalam Pemilu, diharap masyarakat tanggal akan pengawasan secara mandiri terhadap potensi kecurangan yang muncul.
"Akan ada pertarungan antar elit partai politik, bisa saja terjadi pertungan yang tidak sehat sehingga akan merusak proses demokrasi. Seperti politik uang, ujaran kebencian, kecurangan, SARA, ketidaknetralan ASN/kepala desa, penggelembungan suara, alat peraga, kampanye diluar jadwal dan lain-lain," ujarnya.
Gambar-gambar kartunis mengawal pemilu di dunia politik itu bisa dinikmati masyarakat secara umum dan terbuka di lobi Kantor Bawaslu Jawa Tengah sampai 8 Desember 2018.
Kontributor : Adam Iyasa
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi