Suara.com - Ketapels atau Kompasianer Tangerang Selatan Plus merupakan komunitas blogger skala lokal yang belum lama terbentuk.
Menurut founder Ketapels, Dzulfikar, tujuan utama dibentuknya komunitas Ketapels adalah mewadahi para Kompasianer atau blogger di Tangerang Selatan dan sekitarnya untuk kemudian berkumpul, bertukar ide, bertukar pikiran serta mengadakan kegiatan-kegiatan positif untuk para anggotanya.
Kompasianer sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk para blogger yang melakukan aktivitas 'ngeblog' di platform online Kompasiana.
"Awalnya komunitas ini diinisiasi oleh tiga orang Kompasianer Pamulang yaitu Rifki Feriandi, Gapey Sandy dan Ngesti Setyo Murni. Sejak awal dibentuk anggotanya sekitar 10 orang. Hingga saat ini anggotanya sudah sekitar 50 orang lebih," kata Dzulfikar kepada Suara.com, baru-baru ini.
Sebagai sebuah komunitas, Ketapels memiliki kegiatan rutin yaitu event sharing. "Event sharing ini ada yang open, artinya dibuka untuk umum tapi ada juga yang closed, khusus untuk anggota Ketapels saja," tambahnya.
Misalnya, lanjut Dzulfikar, Ketapels pernah mengangkat acara bertemakan Komunitas Tuna Rungu yang ada di Tangerang Selatan serta mengangkat tema dua sosok kartini asal Tangsel yaitu Riris Marpaung, game developer serta Yuli Supriati, seorang relawan dan Sekjen Dewan Kesehatan.
"Berita-berita seperti inilah yang kami angkat sebagai kabar baik untuk warga sekitar Tangerang Selatan itu sendiri. Kadang-kadang berita-berita seperti ini kan juga kurang diketahui oleh warga Tangsel. Kami sebagai warga Tangsel ikut serta juga untuk membantu menggaungkannya bahwa ini lho, ada sosok-sosok inspiratif dari Tangerang Selatan," ungkapnya.
Anggota komunitas Ketapels sendiri datang dari berbagai latar belakang, ada mantan direktur, mantan bankir, mantan pramugari, mantan jurnalis dan jurnalis aktif, ibu rumah tangga, pekerja urban hingga mahasiswa.
"Tapi, memang anggotanya didominasi generasi 30 tahun ke atas," tambah lelaki yang akrab disapa Bang Dzul tersebut.
Baca Juga: Salju di Rusia Dicat Putih, Ini Alasannya
Dalam waktu dekat, ia mengungkapkan sangat ingin mengundang para blogger kelas kakap yang sudah punya penghasilan puluhan juta dari blog pribadi sebagai pembicara dalam acara komunitas Ketapels.
Selain itu, ia juga memiliki rencana untuk mengundang sosok-sosok inspiratif lain dalam bidang wirausaha dan teknologi.
Dan untuk bisa ikut bergabung dengan komunitas Ketapels, Dzulfukar mengatakan syaratnya sangat sederhana, yaitu punya akun Kompasiana dan tidak harus warga Tangerang Selatan saja.
"Karena beberapa event offline pun ada warga yang datang dari Jakarta, Bekasi dan Bogor," tutupnya.
Komunitas Ketapels bisa ditemui di kompasiana.com/ketapels, dan @Ketapels di Twitter, Instagram dan Facebook.
Berita Terkait
-
Panjat Tebing Jadi Olahraga Kaum Urban, Yuk Intip Komunitas Indo Climb
-
Iko Uwais Tularkan Semangat Beladiri pada Komunitas Olahraga
-
Fit Mum and Bub, Komunitas Seru Libatkan Bayi Berolahraga
-
Berdayakan Orangtua Lewat Komunitas Rumah Pencerah
-
Makin Indonesia Bersama Komunitas Perempuan Pelestari Budaya
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam
-
Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban
-
Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI
-
Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?
-
Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad
-
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?
-
Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah
-
Takbir Idul Adha Berlangsung Berapa Lama? Ini Hukumnya Menurut Para Ulama
-
Kekayaan Prabowo yang Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar
-
Makna Kurban Idul Adha 2026 yang Penuh Pengorbanan