Suara.com - Imigrasi Indonesia rupanya cukup ketat. Oleh sebab itu, wisatawan asing sebaiknya memastikan jangan sampai paspor rusak ketika ingin travelling ke Indonesia.
Seperti diketahui, lebih dari sekali kasus penolakan wisatawan asing masuk ke Indonesia terjadi karena paspor rusak.
Kita tentu masih ingat kasus yang menimpa pasangan asal Inggris, Daniel dan Tia Farthing, keduanya ditolak masuk Indonesia sebab paspor mereka rusak digigit anjing.
Meski keduanya sanggup melewati sensor imigrasi Inggris, Daniel dan Tia terpaksa memupus asa mereka berlibur ke Bali sebab paspor mereka ditolak pihak imigrasi Indonesia.
Sebenarnya, kondisi paspor tidak tercantum dalam Peraturan Menkumham Nomor 44 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Pemeriksaan Masuk Dan Keluar Wilayah Indonesia, agar menghindari kejadian nahas serupa, bawalah paspor selalu dalam keadaan yang baik.
Sebab ketika paspor dibawa dalam keadaan baik, informasi yang tertera di dalam paspor dapat terbaca jelas oleh petugas imigrasi dan bandara, terlebih jika menyambangi negara yang tak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
Peringatan ini tentunya juga berlaku untuk wisatawan lokal yang ingin ke luar negeri. Jangan sesekali berani mencoba traveling ke luar negeri menggunakan paspor rusak.
Sebab jika paspormu tidak dapat diterima petugas imigrasi, maka liburan yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari terancam hangus begitu saja.
Selain itu, sangat tidak disarankan traveling ke luar negeri menggunakan paspor tanpa sampul yang dapat tersiram air dan tak menutup kemungkinan mudah terlipat saat disimpan di dalam tas.
Baca Juga: Sambil Nangis, Uut Permatasari Bicara soal Keluarganya
Disarankan pula membawa salinan paspor milikmu guna menghindari paspor terselip dan hilang di tengah jalan. Tentunya ini lebih aman kan traveler?
Guideku/Aditya Prasanda
Berita Terkait
-
Yang Hobi Travelling, Coba Simak Dulu 6 Kelebihan Kartu Kredit Ini
-
Ingin Menyimak Bus Travel yang Keren ? Silakan Menuju ...
-
Mischa Chandrawinata: Ternyata Doyan Moge
-
Paspor Hilang saat Traveling ke Luar Negeri? Ini Tips dari Ditjen Imigrasi
-
Disorot Media Asing soal Paspor Rusak, Ini Tanggapan Ditjen Imigrasi
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau