Suara.com - Pertunjukan Roro Jonggrang dengan Teknik Bayangan Curi Perhatian.
Kelompok seni asal Surakarta Wayang Suket Indonesia, menghadirkan pertunjukan teater bayangan bertajuk Roro Jonggrang yang memukau dan curi perhatian penikmat seni yang menontonnya di Auditorium Galery Indonesia Kaya.
Penampilan ini merupakan bagian dari pertunjukan 14 kelompok seni terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia yang berlangsung Maret hingga pertengahan April 2019.
Galeri Indonesia Kaya persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan pertunjukan teater untuk memanjakan penikmat seni.
Berawal dari keprihatinan akan mulai hilangnya keberadaan Wayang Suket dan cerita rakyat Indonesia sekarang ini, Wayang Suket Indonesia mencoba menceritakan kembali kisah cerita Roro Jonggrang yang berasal dari Jawa Tengah dengan menggunakan Wayang Suket.
Yhoga Rizky Kristanto, pimpinan produksi dari Wayang Suket Indonesia menuturkan pementasan Wayang Suket berjudul Roro Jonggrang mengisahkan tentang seribu candi dibalik cinta seorang pangeran kepada seorang putri cantik jelita yang berakhir dengan dikutuknya sang putri akibat tipu muslihat yang dilakukannya.
Berlangsung selama kurang lebih 60 menit, pertunjukan Roro Jonggrang ini menggunakan Wayang Suket terbuat dari rumput mendong yang dianyam, ditampilkan dengan teknik bayangan (Shadow Art Techniques) menggunakan media OHP (Over Head Projector).
Pada pementasan ini dibuat beberapa karya musik baru yang dibawakan untuk menggambarkan tiap-tiap adegan, bertujuan untuk lebih memberikan jiwa dan rasa pada cerita Roro Jonggrang.
Musik yang mengiringi pementasan ini berjenis musik kontemporer yang memadukan beberapa alat musik modern dan tradisional seperti gitar, synthesizer, perkusi, suling, karinding, dan lainnya. Material yang digunakan juga merupakan keunikan dari pertunjukan Wayang Suket, yaitu visual latar belakang dan dekorasi yang sebagian besar menggunakan rumput, dan material lainnya yang dapat memberikan efek-efek tertentu seperti air, plastik mika berwarna, tinta, dan lainnya.
Baca Juga: Ario Bayu Belajar Jadi Dalang Wayang
“Wayang Suket biasanya dimainkan oleh para penggembala di waktu istirahatnya, kali ini, kelompok Wayang Suket Indonesia mengangkat kembali budaya ini dengan dongeng dan berdialog yang bercerita tentang terjadinya Candi Prambanan. Penikmat seni diajak untuk berimajinasi melalui rumput yang dibentuk sedemikian rupa. Dengan diiringi musik gitar, kendang, sitar, dan seruling, pertunjukan ini menjadi tontonan yang menarik,” ujar Subarkah Hadisarjana selaku mentor dari Wayang Suket Indonesia.
Aktivitas yang sering dilakukan Wayang Suket Indonesia dalam melestarikan Wayang Suket, antara lain melakukan pertunjukan Wayang Suket dengan membawakan cerita rakyat dari Indonesia, menyelenggarakan workshop pembuatan dan pameran Wayang Suket.
Wayang Suket Indonesia juga terus mengajak seniman lainnya, baik yang berasal dari Indonesia maupun luar negeri untuk berkolaborasi mengadakan kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia.
“Tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengenal dengan baik Wayang Suket, padahal kesenian ini termasuk budaya Indonesia yang unik dan mengagumkan,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.
Wayang Suket Indonesia merupakan satu dari 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan Indonesia. Setelah melalui rangkaian roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Pekanbaru, Solo, Makassar, dan Bali, kemudian tahap selanjutnya berlangsung pengumpulan Art Project Development Proposal.
Dari 413 proposal yang diterima, sebanyak 30 komunitas seni berkesempatan untuk mengikuti workshop seni pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dengan diwakili oleh para Pimpinan Produksi. Melalui rangkaian program dan adanya proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri profesional, kemudian terpilihlah 14 komunitas seni yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk tampil.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
Ini Deretan Kontroversi Arteria Dahlan, Terbaru Foto Bersama di Jalur Maut Sitinjau Lauik
-
6 Shio Paling Hoki Besok 16 April 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
5 Parfum Pria yang Tahan Lama dan Meninggalkan Jejak, Awet Dipakai Banyak Aktivitas
-
Rincian Besaran Gaji Ke-13 Pegawai Non-ASN 2026 Berdasarkan Jenjang Pendidikan
-
Daftar Hotline dan Bantuan Psikologis Korban Kekerasan Seksual di Depok-Jakarta
-
Dampak Psikologis Pelecehan Seksual di Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI Pada Korban
-
BenQ Indonesia Resmi Luncurkan Monitor Khusus MacBook Pilihan Lengkap: Full Lineup MA Series
-
4 Cara Pakai Lipstik Matte agar Bibir Tidak Kering dan Pecah-Pecah
-
5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya