Suara.com - Budaya Masyarakat Jakarta Naik MRT Lebih Positif, Kenapa?
Masa uji coba Moda Raya Transportasi atau MRT sudah berlalu, usai foto dan video yang menunjukkan sikap-sikap tidak terpuji penumpang beredar di media sosial, kini penumpang lebih tertib.
Direktur Konstruksi Moda Raya Transportasi atau MRT, Silvia Halim, menanggapi perihal video dan foto yang viral perihal tindakan kurang terpuji masyarakat di MRT.
Berkat kejadian tersebut, kata Silvia, banyak orang semakin peduli terhadap kebersihan dan perilaku patut di transportasi umum.
"Dari situ kita bisa melihat perubahan yang mengarah ke arah positif. Penumpang kita semakin tertib semakin mengerti budaya mengantri, budaya tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak makan minum di tempat yang tidak diperbolehkan. Sangat membanggakan melihat perubahan positif," kata Silvia dalam acara MRT Jakarta Spirit of Kartini di Jakarta, Minggu, (21/4/2019).
Ia juga menyinggung mengenai tagline utama MRT yaitu #UbahJakarta, di mana diharapkan MRT tidak hanya mengubah Jakarta secara infrastuktur tetapi juga budaya baik lainnya seperti mengantri dan budaya tepat waktu.
Pada acara yang sama, Silvia juga mengklaim bahwa target penumpang MRT harian telah melampaui target.
"Dari semenjak kita launching sampai sekarang kalau dari segi jumlah penumpang kita dalam kesehariannya sekitar 80 ribu orang perhari. Tadinya kita memprediksi sekitar 65 ribu orang perhari dan sekarang kita sudah capai 80 ribu orang. Melebihi target," tambahnya.
Ia berharap gegap-gempita penggunaan MRT saat ini tidak sementara dan hanya karena rasa penasaran saja, tapi juga seterusnya.
Baca Juga: Lihat Jokowi Diri di MRT, Chacha: Masyallah Presiden Gentlemen Banget Lho
"Kami berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang menggunakan MRT sehari-hari, budaya masyarakat Jakarta yang positif itu semakin masuk di kehidupan sehari-hari mereka bukan hanya di MRT saja tetapi di luar MRT juga."
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo
-
Ada Anomali dalam Kebakaran BYD Seal di Cikampek, Investigasi Masih Berlangsung