Suara.com - Visa merupakan salah satu dokumen penting yang perlu dipersiapkan sejak jauh-jauh hari bagi kamu yang hendak pergi ke luar negeri.
Hal ini dikarenakan ada berbagai dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum kita mengajukan visa.
Baru-baru ini, Amerika Serikat pun mengumumkan bahwa mereka akan memperketat aplikasi pembuatan visa.
Seperti dilansir dari laman VOA News, Amerika Serikat dikabarkan mewajibkan seluruh pemohon visa untuk mencantumkan akun media sosial mereka.
Tak hanya itu, Amerika juga akan meminta pemohon visa untuk memberikan akun email dan nomor telepon lama.
Mengikuti aturan baru tersebut, U.S. State Department pun sudah mengubah formulir visa mereka agar para pemohon dapat mencantumkan informasi tambahan yang diperlukan.
Lewat formulir tersebut, pemohon visa wajib mencantumkan akun sosial media, nomor telepon, riwayat bepergian, dan sejarah deportasi selama lima tahun terakhir.
Tidak hanya itu, pemohon visa juga harus mencantumkan apakah mereka punya anggota keluarga yang berhubungan dengan aktivitas terorisme.
Hal ini dilakukan dalam rangka memperketat pengamanan nasional Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dinilai dapat mendorong seseorang melakukan aktivitas terorisme.
Baca Juga: Tipu-tipu Pengurusan Visa Haji, Ulama Buchari Muslim Diciduk Polisi
Beberapa akun media sosial yang harus dicantumkan adalah Facebook, Google+, Instagram, LinkedIn, Twitter, dan Youtube. Selain itu, akun media sosial China seperti Douban, Tencent QQ dan Sina Weibo juga harus dilaporkan.
Pemohon visa sendiri dapat menyatakan bahwa mereka tidak punya akun media sosial saat mengisi formulir. Meski begitu, U.S. State Department mengingatkan bahwa mereka yang diketahui berbohong akan mendapatkan konsekuensi imigrasi yang serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Sebut Jokowi Master yang Merusak, Anthony Budiawan: Dia 'Beli' Orang untuk Mendukungnya
-
Menemukan Cinta di Jalur Pendakian
-
Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya
-
Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!
-
Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam
-
Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik
-
BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya