Suara.com - Atasi Trauma dan Sakit Hati agar Maaf Bukan Hanya di Lisan saat Lebaran.
Memaafkan kesalahan orang lain apalagi yang membekas hingga meninggalkan trauma tentu sangat sulit.
Namun daripada Anda berkutat dengan mengungkit luka, sebaiknya memanfaatkan momen Lebaran untuk memaafkan dan mengobati trauma atau luka tersebut.
Kebanyakan orang pasti pernah terluka hatinya bahkan hingga mengalami yang namanya trauma. Entah itu berlangsung lama atau hanya bertahan sebentar saja, yang pasti trauma sangat membekas dalam ingatan.
Misalnya saja, Anda pernah punya pengalaman diselingkuhi oleh mantan pasangan. Ketika meminta putus dengan sang mantan, mungkin Anda tidak merasakan adanya dampak trauma apapun pada saat itu dilansir Hello Sehat.
Namun, hal ini baru akan terasa ketika Anda memulai hubungan kembali dengan seseorang yang baru. Anda mungkin akan cenderung lebih posesif atau merasa ketakutan diselingkuhi lagi untuk kedua kalinya. Hal tersebut merupakan dampak dari trauma masa lalu yang pernah diselingkuhi.
Selain itu, tidak ada rentang waktu yang benar-benar bisa menjamin lepas dari trauma tersebut. Misalnya, Anda sudah mengalami trauma ini dalam kurun waktu yang cukup lama tidak menjamin akan sembuh pada saat tua nanti. Hal ini sangat tergantung dengan bagaimana Anda menyikapi trauma tersebut.
Setiap orang tentunya memiliki pendekatan masing-masing untuk menyelesaikan masalahnya. Setiap pengobatan dan terapi pun dilakukan mulai dari berdasarkan usia, jenis kelamin, jenis trauma, dan kepribadian. Akan tetapi, ada beberapa cara umum yang perlu diketahui oleh Anda jika mengalami lluka atau sakit yang mengakibatkan trauma dilansir Hello Sehat.
1. Mengenali trauma
Baca Juga: Ingat Almarhum Mama, Ammar Zoni Nangis Lihat Irish Bella Sungkeman
Pertama-tama, kenali trauma Anda. Coba ingat-ingat kembali, mengapa kenangan tersebut bisa menyebabkan luka yang begitu membekas bagi kehidupan Anda.
2. Pengakuan
Tentunya mengakui bahwa Anda mengalami trauma di masa lalu adalah salah satu kunci penting untuk memulihkan kondisi psikis Anda.
Bagi sebagian orang, pembicaraan mengenai trauma adalah hal yang cukup tabu, sehingga mereka memilih untuk menutupnya rapat-rapat hingga tidak mengakuinya.
3. Coba lebih terbuka
Penting sekali bagi Anda untuk terbuka dengan masalah yang sedang dialami, terutama kepada psikolog Anda. Jika Anda memilih untuk menutup diri, tentu saja mereka akan kesulitan untuk membantu mencarikan jalan keluar untuk Anda. Ingatlah, bercerita dengan seseorang efektif untuk mengurangi beban Anda walaupun sedikit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak
-
Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu
-
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak
-
Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong
-
Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur
-
Pemerintah Mau Pungut Pajak Pemilik Rumah Kontrakan? Ini Kata DJP
-
Viral Kurir SPX Express Kembalikan Uang Rp92 Juta, Ini Sosok di Balik Itikad Jujurnya