Suara.com - Gerakan ramah lingkungan kini tengah gencar dilakukan berbagai pihak, tak terkecuali industri fesyen. Belakangan ini, semakin banyak bermunculan produsen pakaian yang berkontribusi menjaga lingkungan.
Salah satunya adalah brand Organic Basic. Perusahaan yang berasal dari Copenhagen, Denmark, ini menghadirkan busana ramah lingkungan. Mulai dari kaus kaki, tanktop, sampai handuk yang terbuat dari nilon, semuanya terdiri dari serat limbah bekas pabrik industri pemintalan dan tenun.
Melansir dari Bright Side, Organic Basic bertujuan mengurangi limbah air dan energi. Mereka mengklaim mampu menghemat air sekitar 80 persen dan mengurangi CO2 sekitar 90 persen dalam proses produksinya.
"Tentunya produk ini bisa menghemat waktu dan uang Anda. Selain itu, kami juga mengurangi dampak limbah air dan energi," terang Mads Fibiger, salah seorang pendiri Organic Basic.
Organic Basic pertama kali dirilis pada 2015. Dua tahun kemudian, mereka memutuskan mengadakan penggalangan dana online untuk mewujudkan ide membuat busana yang sangat ramah lingkungan.
Karen banyak mendapat respon positif, Organic Basic kini tengah memproduksi pakaian dengan teknolohi Silvertech 2.0.
Teknologi ini tidak hanya dibuat dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan, tetapi juga mengurangi perilaku konsumen yang terlalu sering mencuci pakaian.
Produk berupa baju tak perlu dicuci selama seminggu. Jadi, tidak perlu repot mencucinya setiap kali selesai dipakai.
Sayangnya, belum diketahui harga busana ramah lingkungan dari Organic Basic ini.
Baca Juga: Diklaim Ramah Lingkungan, Lush Rilis Sampo Batangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
Terkini
-
Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis
-
5 Parfum Pria Kalem yang Tahan Lama dari Brand Lokal
-
Kajari Karo Ditarik Kejagung Imbas Kasus Amsal Sitepu, Harta Kekayaannya Minus Rp140 Juta
-
Hari Kartini 21 April Libur Nasional atau Tidak? Ini Jawaban Resmi Terbaru 2026
-
7 Parfum Wanita Tahan 24 Jam, Modal Receh Dapat Wangi Tercium dari Jarak Jauh
-
Dijamin Gak Gerah, Ini 5 Warna Baju Terbaik untuk Dipakai saat Cuaca Terik
-
5 Rekomendasi Bedak Tabur untuk Kulit Berminyak, Makeup Tetap Matte dan Fresh
-
7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
-
4 Cushion Wardah yang Bagus: Dilengkapi SPF dan Bisa Tahan hingga 18 Jam
-
Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang