Yang istimewa, sambal katong laksa ini punya cita rasa manis-asam sehingga rasa laksa akan jauh lebih nikmat jika ditambah sambal.
Selesai mengganjal perut dengan katong laksa, barulah kami beranjak ke Rumah Kim Choo.
Terletak bersebelahan, Rumah Kim Choo ini menjual aneka macam jajanan tradisional.
Uniknya, karena masih tercampur budaya Indonesia dan Melayu, kami dapat menemukan makanan seperti klepon, dadar gulung, lapis, serta bakcang dijual di sini.
Setelah lagi-lagi berhenti mencicip makanan, barulah kami memasuki toko suvenir yang juga merupakan bagian dari Rumah Kim Choo.
Di sinilah kami sukses dibuat terpana, lantaran toko suvenir Kim Choo tersebut benar-benar menggambarkan akulturasi antara berbagai macam budaya di kalangan peranakan.
Tak heran, pemandu wisata kami pun menyebut daerah peranakan sebagai sesuatu yang eklektik dan wajib dikunjungi saat ke Singapura.
Bahkan, Evening Food and Cultural Tour of Joo Chiat juga direkomendasikan sebagai tur yang dapat dipesan turis lewat Agoda.
Jika di lantai satu kami bisa melihat aneka suvenir seperti dompet, sepatu, tatakan gelas, hingga guci yang dihiasi motif bunga peoni, anggrek, dan phoenix; rupanya ada surga tersembunyi di lantai dua toko ini.
Baca Juga: 3 Destinasi Romantis di Singapura, Quality Time Kian Greget Bareng Si Dia
Bukan toko biasa, Rumah Kim Choo adalah toko yang merangkap museum sejarah singkat peranakan.
Naik ke lantai dua, kami dibuat kagum oleh berbagai macam sulaman yang dibuat dari manik-manik super kecil.
Konon, orang peranakan memang memiliki budaya patriarki sehingga wanita baru akan diterima jika kemampuan menyulam dan menjahitnya sudah terbukti.
Tak hanya sulaman, ada pula foto-foto hitam putih yang menggambarkan kehidupan orang peranakan di zaman dulu.
Namun, yang lebih menarik lagi, adalah semua peralatan rumah tangga dan furnitur yang terpajang.
Seperti disebutkan sebelumnya, peranakan benar-benar menggabungkan gaya arsitektur Eropa, China, dan Melayu serta pengaruh agama Budha, Taoism, dan Kristen.
Tidak heran, banyak kursi atau meja bergaya Eropa yang dihiasi dekorasi khas China.
Begitu pula dengan baju sehari-hari, yang menyerupai kebaya namun digabungkan dengan motif hewan-hewan fantasi dalam kebudayaan China.
Yang menakjubkan, campuran aneka budaya ini membuat orang-orang peranakan fasih paling tidak dua bahasa. Mereka pun juga dapat menggunakan dialek khas akibat percampuran bahasa tersebut.
Usai memahami asal-muasal budaya peranakan, Mr. Anthony membawa kami menuju Joo Chiat Road.
Namun, lagi-lagi kami pun menyempatkan diri untuk berhenti dan menikmati kuliner roti prata.
Mirip seperti roti canai, roti prata ini disajikan dengan kuah kari kambing, kuah kari ikan, atau gula pasir.
Sementara untuk minuman, kami menyeruput teh tarik panas yang memiliki rasa tidak terlalu manis namun pas digabungkan dengan roti prata.
Dengan perut makin kenyang, kami pun berjalan menyusuri Joo Chiat Road yang juga merupakan area penting di sejarah orang peranakan.
Terkenal sebagai destinasi wisata Instagramable, Joo Chiat Road merupakan tempat di mana rumah-rumah khas peranakan masih bersemayam.
Masih menggambarkan budaya peranakan yang campur-aduk, rumah ini memiliki pilar khas bangunan Eropa, ventilasi bergaya China, dan atap bergaya Melayu.
Semua rumah pun dicat dengan warna-warni bak pelangi, membuatnya sebagai objek warisan sejarah yang sukses menarik atensi.
Saking uniknya rumah-rumah ini, tak heran jika harganya pun mahal bukan main.
Rumah-rumah peranakan dapat terlihat di setiap sudut Joo Chiat Road, baik yang masih totalitas mempertahankan bentuk aslinya maupun yang sudah mengalami perombakan.
Sayangnya, karena hari sudah mulai gelap saat kami tiba di Joo Chiat Road, warna-warni di area rumah peranakan tersebut tidak seindah saat siang hari.
Perjalanan mengelilingi area peranakan sendiri berlangsung sekitar 3 sampai 4 jam lamanya.
Demi mengisi tenaga, kami pun menyempatkan diri untuk mencicip kuliner berupa kue putu piring dan pisang goreng.
Kue putu piring tak jauh berbeda dari putu di Indonesia, hanya saja cetakannya berbentuk pipih layaknya piring.
Bisa dibilang, kami benar-benar mendapat banyak pengalaman baru soal wisata di Singapura sekaligus pelajaran berharga lewat Evening Food and Cultural Tour of Joo Chiat yang direkomendasikan Agoda tersebut.
Tur ini sendiri bisa dinikmati baik oleh keluarga maupun saat kamu liburan bersama teman. Sementara untuk pecinta kuliner, tur ini dijamin tidak akan mengecewakan lidahmu.
Namun, karena kamu diharuskan untuk berjalan berjam-jam, pastikan untuk mengenakan sepatu yang nyaman dan menyiapkan tenagamu, ya.
Selain itu, bawa juga sejumlah uang untuk membeli aneka suvenir khas peranakan yang ada di sepanjang tur.
Sementara untuk makanan, kamu tak perlu khawatir karena tour guide sudah siap untuk membelikan makanan khas yang ada. Tapi, bagi kamu yang ketagihan dan ingin membeli lebih, ingatlah untuk membayar sendiri.
Yuk ikutan tur di area peranakan ini agar wisatamu di Singapura bisa lebih berkesan!
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bolehkah Minum Susu Putih di Malam 1 Muharram? Ini Penjelasan Hukum Menurut Ulama
-
11 Weton Tulang Wangi yang Konon Tidak Boleh Keluar Rumah saat Malam 1 Suro
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial
-
3 Moisturizer Wardah Mengandung Niacinamide, Hempas Noda Hitam dan Kulit Cerah Merata
-
Amalan 1 Muharram yang Dianjurkan Buya Yahya dan Gus Baha, dari Puasa hingga Salat Tasbih
-
Kenapa Dianjurkan Minum Susu Putih Saat Malam 1 Muharram? Ini Makna dan Doanya
-
Cara Membuat Lilin Darurat saat Mati Lampu, Cukup Pakai Bahan yang Ada di Rumah
-
Promo Alfamart Terbaru 14 Juni 2026: Diskon Scora, Sunsilk, Kahf, Rinso, hingga MamyPoko
-
1 Muharram dan 1 Suro Apakah Sama? Begini Asal-usul dan Perbedaannya
-
Moisturizer Dipakai sebelum Cushion? Ini Trik agar Makeup Menempel Sempurna dan Tidak Patchy